Lebih dari 250 Frekuensi Radio Disiapkan untuk Kelancaran MotoGP Mandalika

0
61
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Mataram) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan dukungan infrastruktur telekomunikasi dan pengelolaan spektrum frekuensi radio guna menunjang kelancaran Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–11 Oktober 2026.

Dukungan tersebut meliputi pengamanan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio yang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi tim balap, operasional dan keselamatan perlombaan, hingga produksi serta distribusi siaran ke berbagai negara. Kemkomdigi juga menyiapkan empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak untuk meningkatkan kapasitas layanan telekomunikasi di sekitar sirkuit.

Kesiapan infrastruktur ini ditujukan untuk memastikan komunikasi antara tim balap dan penyelenggara berjalan lancar, mendukung keselamatan selama perlombaan, serta menjamin kelancaran penyiaran internasional. Selain itu, penguatan jaringan diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan komunikasi hingga 200 ribu penonton yang diperkirakan hadir selama ajang MotoGP Mandalika berlangsung.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung kesiapan infrastruktur tersebut di Sirkuit Mandalika, Kamis (8/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan sistem komunikasi dan pengelolaan frekuensi telah siap memenuhi kebutuhan teknis penyelenggaraan balap motor bertaraf internasional.

“MotoGP Mandalika merupakan ajang internasional yang membawa nama Indonesia ke dunia. Dukungan komunikasi harus berjalan tanpa gangguan, baik untuk keselamatan pembalap, operasional penyelenggara, penyiaran ke berbagai negara, maupun kenyamanan masyarakat yang hadir langsung. Karena itu, seluruh kesiapan teknis harus dipastikan sebelum balapan dimulai,” ujar Meutya.

Untuk menjaga keandalan sistem komunikasi, Kemkomdigi melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram melaksanakan pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi. Upaya ini bertujuan mencegah interferensi atau gangguan yang dapat terjadi di antara berbagai sistem komunikasi yang beroperasi selama perlombaan.

Di sisi lain, penyediaan empat BTS bergerak dilakukan melalui koordinasi dengan operator seluler. Infrastruktur tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas jaringan, terutama ketika terjadi lonjakan trafik komunikasi akibat tingginya konsentrasi pengunjung di kawasan sirkuit.

Frekuensi Radio Berperan Penting dalam Keselamatan Balapan

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Vice Chairman MotoGP 2026, Ananda Mikola, menjelaskan bahwa pengelolaan frekuensi radio merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung keseluruhan operasional MotoGP. Fungsinya tidak terbatas pada kebutuhan penyiaran televisi, tetapi juga mencakup pemantauan teknis kendaraan dan koordinasi keselamatan di lintasan.

Salah satu kebutuhan utama adalah sistem telemetri pada sepeda motor balap. Melalui sistem komunikasi data tersebut, tim teknis dapat memantau dan menganalisis berbagai aspek performa kendaraan, termasuk kondisi mesin, ban, suspensi, serta penggunaan gas dan rem.

“Frekuensi ini bukan hanya untuk tayangan televisi. Saat motor melaju, berbagai data teknis harus dapat diterima dan dianalisis oleh tim secara langsung. Data dari mesin, ban, suspensi, hingga penggunaan gas dan rem menjadi bagian penting dalam analisis performa motor. Karena itu, sistem komunikasinya harus andal dan tidak boleh terganggu,” ujar Ananda.

Selain mendukung analisis performa kendaraan, frekuensi radio juga menjadi sarana komunikasi antara pengendali perlombaan atau race control dan petugas yang berada di lintasan. Koordinasi tersebut sangat penting, terutama ketika terjadi insiden yang membutuhkan respons cepat demi menjaga keselamatan pembalap dan seluruh pihak yang bertugas.

“Ketika ada insiden di lintasan, informasi dari race control harus segera diterima petugas agar tindakan keselamatan, termasuk pengibaran bendera yang sesuai, dapat dilakukan dengan cepat. Begitu pula dengan kebutuhan media dan siaran yang disaksikan penonton di seluruh dunia. Semua membutuhkan dukungan frekuensi yang tertata dengan baik,” jelasnya.

Ananda juga menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis dan kesiapan Kemkomdigi dalam memenuhi kebutuhan frekuensi untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan kendala dukungan frekuensi, terutama setelah mendengar adanya masalah serupa dalam penyelenggaraan balapan di sejumlah negara lain.

“Awalnya kami sempat memiliki kekhawatiran, apalagi mendengar adanya kendala terkait dukungan frekuensi dalam penyelenggaraan balapan di beberapa negara lain. Namun, dukungan tim Komdigi sejauh ini sangat maksimal. Kami sangat mengapresiasi kesiapan dan kerja sama seluruh tim untuk memastikan kebutuhan teknis MotoGP Mandalika dapat terpenuhi,” ungkap Ananda.

Pemantauan Dilanjutkan Selama MotoGP Berlangsung

Meutya menegaskan bahwa Kemkomdigi akan terus memantau kondisi spektrum frekuensi radio dan layanan telekomunikasi selama rangkaian MotoGP Mandalika berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan interferensi maupun gangguan jaringan yang dapat memengaruhi kelancaran kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan sirkuit dan penyelenggara, tetapi juga pada keandalan infrastruktur pendukung, termasuk komunikasi digital.

“Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional juga ditentukan oleh kesiapan infrastruktur pendukungnya. Kami ingin memastikan seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, balapan berlangsung aman, siaran ke dunia berjalan lancar, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman,” tegas Meutya.

Dengan pengawasan frekuensi, penguatan jaringan telekomunikasi, dan koordinasi bersama berbagai pihak, Kemkomdigi berupaya memastikan kebutuhan komunikasi selama MotoGP Mandalika 2026 terpenuhi. Dukungan tersebut diharapkan membantu menjaga keselamatan dan kelancaran perlombaan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penonton di sirkuit maupun pemirsa di berbagai belahan dunia.