50 Talenta Kreatif Banten Dibekali Strategi Pendanaan dan Pengembangan Usaha

0
59
Foto: Kemenekraf
(Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendorong penguatan usaha kreatif di Provinsi Banten melalui program Aktivasi Creative Hub. Sebanyak 50 talenta kreatif mengikuti kegiatan fasilitasi akses pendanaan dan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan (KEK ETKI) Banten pada Jumat (9/10/2026).
Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan bisnis para pelaku ekonomi kreatif, memperluas jaringan usaha, serta membuka peluang memperoleh pembiayaan dan investasi guna meningkatkan daya saing.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa creative hub memiliki peran penting dalam mempertemukan ide kreatif dengan inovasi, pasar, dan sumber pendanaan. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, potensi kreatif diharapkan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas.
“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin menghadirkan ekosistem yang mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Teuku Riefky.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Muhammad Ervin Ardani, menilai program fasilitasi tersebut dapat membantu pelaku ekonomi kreatif menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam memperoleh informasi, membangun jejaring, dan mengakses pembiayaan.
Ia berharap dukungan dan kolaborasi lintas pihak dapat mendorong semakin banyak usaha kreatif untuk memperluas jangkauan pasar, memperkuat posisi bisnis, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelaku ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui kolaborasi dan fasilitasi akses pendanaan, kami berharap semakin banyak usaha kreatif yang mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Tangerang Selatan,” ujarnya.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan bahwa peluang mendapatkan pendanaan harus didukung kesiapan usaha yang memadai. Pelaku kreatif tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga perlu menyusun model bisnis yang layak, mengelola pencatatan keuangan dengan baik, menghitung kebutuhan modal, serta mampu menyampaikan prospek usaha kepada calon investor dan lembaga pembiayaan.
Menurut Anggara, Aktivasi Creative Hub diharapkan dapat menjembatani kebutuhan penguatan kapasitas usaha dengan jaringan dan peluang pendanaan yang bisa ditindaklanjuti.
“Aktivasi Creative Hub diharapkan menjadi penghubung antara kapasitas usaha, jejaring, dan peluang pendanaan yang dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.
Untuk membekali peserta dengan pengetahuan praktis, kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama. Anggara Hayun membahas berbagai alternatif pendanaan, pengelolaan pencatatan keuangan, serta teknik menyusun pitch deck atau presentasi bisnis untuk calon investor.
Selanjutnya, Chief Financial Officer BNI Ventures, Lugas Prancafitri, mengulas strategi memperoleh investasi dari perusahaan modal ventura. Materi tersebut mencakup validasi pasar, penyusunan model bisnis, penentuan valuasi, dan kesiapan dokumen yang dibutuhkan dalam proses investasi.
Sementara itu, Dosen Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi Universitas Indonesia, Dion Wardyono, memberikan pemahaman mengenai pengembangan model bisnis dan value proposition atau nilai unggul produk yang mampu menarik minat konsumen maupun investor.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Head of Public Affairs Sinar Mas Land untuk KEK ETKI Banten, Boy Arno Muhamad. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan yang mendukung inovasi dan kewirausahaan. KEK ETKI Banten, menurutnya, memiliki potensi sebagai ruang yang menghubungkan sektor pendidikan, teknologi, inovasi, dan dunia usaha.

“Sinergi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pegiat ekonomi kreatif untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ungkap Boy.

Program Aktivasi Creative Hub ini terlaksana melalui dukungan Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, KEK ETKI Banten, BNI Ventures, serta Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi Universitas Indonesia.

Ke depan, Kementerian Ekraf akan melanjutkan penguatan kolaborasi melalui pendekatan heksaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan unsur terkait lainnya. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan kesiapan bisnis dan fasilitasi pembiayaan, sehingga akses pendanaan yang diperoleh pelaku kreatif dapat berlanjut menjadi investasi nyata, perluasan usaha, serta penciptaan lapangan kerja.