Industri Kecantikan RI Raup Potensi Transaksi Rp39,8 Miliar di Dubai

0
59
Beautyworld Dubai 2026 (Sumber: BW Confidential)

(Vibizmedia – Industry) Industri kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia menunjukkan peluang besar di pasar internasional. Partisipasi dalam pameran Beautyworld Dubai 2026 berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 2,23 juta atau sekitar Rp39,8 miliar.

Pameran yang berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Dubai World Trade Center, Uni Emirat Arab (UEA), menjadi ajang bagi produsen Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus menjajaki kemitraan bisnis dengan pembeli dari berbagai negara.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi industri kecantikan nasional di pasar global.

Menurutnya, Dubai memiliki peran penting dalam perdagangan internasional, termasuk sebagai pintu masuk menuju pasar Timur Tengah dan kawasan lainnya. Promosi melalui Paviliun Indonesia diharapkan dapat meningkatkan citra serta daya saing produk kecantikan Indonesia di segmen premium.

Paviliun seluas 45 meter persegi tersebut merupakan inisiatif Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dengan dukungan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag. Paviliun ini diresmikan oleh Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, Judha Nugraha, dan diikuti enam perusahaan, yakni PT Sensatia Botanics, PT Bintang Mas Triyasa, PT Aroma Prima Livindo, PT Mirael Global Manggala, PT Sumber Kosmetika Indah, serta PT Sadewi Ardhi Natha.

Kepala ITPC Dubai, Widy Haryono, menyebut implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) membuka peluang lebih besar bagi ekspor kosmetik Indonesia. Tarif masuk produk terkait dijadwalkan turun secara bertahap hingga nol persen pada 2027. Sertifikasi halal juga menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing di kawasan Teluk.

Perwakilan PT Sumber Kosmetika Indah, Susanty, mengatakan tingginya antusiasme pengunjung memberikan peluang untuk mendapatkan calon mitra baru dan memperluas pasar ekspor.

Pada 2025, ekspor produk kecantikan Indonesia, meliputi kosmetik, parfum, sabun, dan perawatan tubuh, mencapai USD 1,57 miliar ke seluruh dunia.

Sementara itu, perdagangan Indonesia–UEA pada Januari–Agustus 2026 mencapai USD 4,31 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 2,38 miliar.

Capaian di Dubai memperlihatkan peluang industri kecantikan Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar internasional melalui inovasi produk, pemenuhan standar, sertifikasi halal, dan penguatan strategi pemasaran global.