Indonesia-Mozambik Perkuat Koridor Dagang Asia-Afrika, Perdagangan Tumbuh 35,79%

0
79
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam forum bisnis bertajuk Trading with Mozambique PTA in Strategic Market Hub di TEI 2026 (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Economy & Business) Indonesia dan Mozambik berpeluang memperkuat posisi sebagai penghubung perdagangan Asia Tenggara dan Afrika. Kerja sama strategis, investasi, usaha patungan (joint venture), serta perluasan interaksi bisnis menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan potensi kedua pasar.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro menyampaikan hal tersebut dalam forum bisnis bertajuk Trading with Mozambique: PTA in Strategic Market Hub pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Kamis (15/10).

Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA) dapat menjadi instrumen praktis untuk meningkatkan efisiensi perdagangan, mengurangi hambatan, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Mozambik memiliki posisi strategis melalui pelabuhan dan koridor perdagangan di Samudra Hindia, yang membuka akses menuju Southern African Development Community (SADC) dan kawasan perdagangan bebas Afrika atau African Continental Free Trade Area (AfCFTA), dengan potensi pasar sekitar 1,4 miliar penduduk.

Sementara itu, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dapat menjadi pintu masuk ke pasar regional dengan lebih dari 680 juta konsumen.

Momentum penguatan kerja sama ini bertepatan dengan peringatan 35 tahun hubungan diplomatik kedua negara. TEI ke-41 diharapkan memperluas peluang tersebut dengan mempertemukan lebih dari 13.200 pembeli, termasuk lebih dari 7.000 buyer internasional dari 130 negara.

Dalam forum yang diikuti 50 peserta tersebut, Roro bersama Secretary of State for Trade Republic of Mozambique Antonio Do Rosario Grispos menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Confederation of Business Associations of Mozambique dan Asian Trade, Tourism, and Economic Council (ATTEC). Kesepakatan yang difasilitasi ITPC Johannesburg itu mencakup peningkatan promosi perdagangan dan inisiatif bisnis.

Peluang konkret juga muncul bagi pelaku usaha Indonesia. Tirta Ayu Spa menjajaki persyaratan untuk memasuki pasar Mozambik dan memperoleh respons positif berupa tawaran investasi dari importir setempat serta Investment and Export Promotion Agency (APIEX).

Sementara itu, Karaya Living, jenama peralatan dapur dan makan berbahan kayu premium, memanfaatkan forum untuk memahami preferensi buyer Mozambik dan menjajaki peluang ekspor.

Duta Besar RI untuk Mozambik dan Malawi Candra Negara menilai perkembangan Afrika membuka kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Pada 2025, perdagangan Indonesia-Mozambik mencapai USD 162,8 juta, meningkat 57,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia naik 52,1% menjadi USD 107,8 juta, sedangkan impor dari Mozambik mencapai USD 55 juta.

Tren positif berlanjut pada Januari–Agustus 2026, ketika perdagangan bilateral mencapai USD 110,7 juta atau tumbuh 35,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia tercatat USD 88,9 juta, meningkat 57,75%.

Produk ekspor utama Indonesia meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya, sabun, asam lemak industri, margarin, serta semen. Adapun impor dari Mozambik mencakup tembakau, batu bara, mineral industri, dan grafit alami.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan peluang untuk memperluas perdagangan, meningkatkan investasi, dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Asia Tenggara dan Afrika.