50 Pegiat Ekonomi Kreatif Samosir Dapat Pembekalan Akses Permodalan

0
48
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Samosir) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha kreatif di daerah agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) yang diikuti 50 pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Program yang digelar di Creative Hub Samosir pada Kamis (15/10/2026) ini merupakan bagian dari aktivasi Creative Hub untuk membantu pelaku usaha memahami berbagai alternatif pembiayaan, memperbaiki pengelolaan keuangan, serta meningkatkan kesiapan bisnis dalam mengakses permodalan.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa Creative Hub harus mampu berperan sebagai penghubung antara talenta kreatif, dunia industri, pemanfaatan teknologi, dan sumber pendanaan. Dengan demikian, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan berkreasi, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan usaha dan membuka lapangan kerja.

“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Teuku Riefky.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi, menjelaskan bahwa kesiapan bisnis merupakan faktor penting agar pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan secara optimal. Melalui CreaFIN, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan modal, pilihan sumber pendanaan, serta peluang kemitraan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi usaha masing-masing.

Ia berharap program tersebut dapat membantu pelaku ekonomi kreatif Samosir meningkatkan daya saing, memperluas jaringan bisnis, dan memperoleh akses pembiayaan yang mendukung pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho, mengungkapkan bahwa keterbatasan informasi dan akses permodalan masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha kreatif. Karena itu, pendampingan dari Kementerian Ekraf diharapkan dapat membantu mereka menemukan sumber pembiayaan yang sesuai sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Dukungan pembiayaan juga diperkenalkan melalui pemaparan Pimpinan Cabang Bank Sumut Pangururan, Adi Nixon Marbun. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai berbagai skema kredit produktif, termasuk program pembiayaan dengan subsidi bunga hingga nol persen, serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pengembangan usaha.

Selain mengenal pilihan pendanaan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai tata kelola keuangan sebagai salah satu aspek yang menentukan kelayakan usaha di mata lembaga pembiayaan. Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya pencatatan transaksi yang tertib, pemantauan arus kas, perhitungan kebutuhan modal, serta penyusunan model bisnis yang terstruktur.

Materi pengelolaan keuangan usaha disampaikan oleh Ari Tjahjanto, sedangkan Anggara Hayun Anujuprana memberikan pembekalan mengenai fasilitasi akses pendanaan dan investasi. Rangkaian kegiatan juga mencakup pengenalan produk pembiayaan Bank Sumut, berbagi pengalaman dari penerima KUR, serta diskusi tentang persyaratan pengajuan pembiayaan.

Melalui program CreaFIN di Creative Hub Samosir, Kementerian Ekraf berupaya mempertemukan pelaku usaha kreatif dengan lembaga keuangan dan dukungan pemerintah daerah. Pembekalan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas akses permodalan, serta mendorong tumbuhnya usaha kreatif lokal yang produktif dan kompet