Kemkomdigi Tekankan Implementasi Nyata DEFA untuk Tingkatkan Kesejahteraan ASEAN

0
30
Sekjen Kemkomdigi, Ismail, Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026). (Foto: Kemkomdigi))

(Vibizmedia – Denpasar, Bali) Keberhasilan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (Digital Economy Framework Agreement/DEFA) tidak hanya bergantung pada penandatanganan dan ratifikasi perjanjian, tetapi juga pada penerapannya dalam bentuk kebijakan dan program nyata. Implementasi yang efektif diharapkan mampu memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Asia Tenggara.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Ismail, menyampaikan bahwa tantangan terbesar negara-negara ASEAN saat ini adalah memastikan kesepakatan ekonomi digital dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

Hal tersebut disampaikannya dalam Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Menurut Ismail, ratifikasi memang menjadi tahapan penting setelah penandatanganan perjanjian. Namun, proses tersebut perlu dilanjutkan dengan upaya nyata agar kesepakatan tidak berhenti pada komitmen formal.

“Proses ratifikasi setelah penandatanganan perjanjian merupakan tahapan yang sangat penting. Namun, menurut saya, persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya ratifikasi, melainkan juga bagaimana kesepakatan tersebut benar-benar dapat diterapkan dalam praktik,” ujarnya.

Ia menilai negara-negara ASEAN pada dasarnya telah memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya integrasi ekonomi digital. Tantangan berikutnya adalah menyelaraskan pemahaman tersebut dengan pelaksanaan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

“Implementasi merupakan aspek yang jauh lebih penting karena manfaat suatu perjanjian baru dapat dirasakan ketika kesepakatan tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Kepercayaan Menjadi Fondasi Kerja Sama Digital

Ismail mengemukakan dua faktor utama yang perlu diperkuat untuk memastikan implementasi DEFA berjalan efektif. Keduanya adalah membangun kepercayaan guna memperlancar koordinasi antarnegara dan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dengan tujuan ekonomi regional.

Faktor pertama berkaitan dengan penguatan pertukaran informasi, penyelarasan kebijakan, serta pengembangan mekanisme kerja sama yang efektif di antara negara-negara anggota ASEAN.

Menurutnya, integrasi ekonomi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur teknologi yang memadai, tetapi juga inovasi dan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan serta memanfaatkan teknologi tersebut.

“Di balik kemajuan teknologi terdapat inovasi, dan di balik inovasi terdapat manusia yang mengembangkan serta memanfaatkannya,” kata Ismail.

Ia menambahkan, kepercayaan merupakan landasan penting bagi terbentuknya kolaborasi digital yang berkelanjutan. Hal itu tidak dapat dibangun secara instan, melainkan memerlukan komitmen bersama dan konsistensi setiap negara dalam menjalankan kesepakatan.

“Kepercayaan bukan sesuatu yang dapat dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan proses panjang, komitmen, dan konsistensi untuk membangunnya,” ujarnya.

Dengan fondasi kepercayaan yang kuat, negara-negara ASEAN diharapkan dapat meningkatkan koordinasi, menyelaraskan kebijakan, dan mempercepat pelaksanaan agenda integrasi ekonomi digital kawasan.

Integrasi Ekonomi Digital Harus Berdampak bagi Masyarakat

Faktor kedua adalah memastikan pertumbuhan ekonomi digital memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Ismail menegaskan, keberhasilan ekonomi digital tidak semestinya hanya dinilai dari besarnya nilai transaksi atau peningkatan pendapatan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi kehidupan masyarakat.

“Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana nilai ekonomi tersebut dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, pelaksanaan DEFA perlu dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan setiap negara anggota sekaligus tujuan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi digital regional yang semakin terintegrasi.

Menurut Ismail, keseimbangan tersebut diperlukan agar kerja sama lintas negara tidak hanya membuka peluang bisnis dan memperluas aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong distribusi manfaat yang lebih merata bagi masyarakat di kawasan.

“Keseimbangan antara kepentingan nasional dan kerja sama regional merupakan salah satu kunci keberhasilan integrasi ekonomi digital ASEAN,” ujarnya.

Melalui implementasi DEFA yang efektif, negara-negara ASEAN diharapkan mampu memperkuat kolaborasi digital, memperluas peluang ekonomi lintas batas, dan memastikan perkembangan ekonomi digital memberikan manfaat yang inklusif serta berkelanjutan bagi masyarakat Asia Tenggara.