Lansia Bukan Sekadar Tantangan, Kemenkes Lihat Peluang Ekonomi Perak

0
222
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Kemenkes)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong peningkatan layanan kesehatan primer dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif sebagai fondasi pengembangan silver economy atau ekonomi perak di Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi perubahan demografi menuju 2045.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2026, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran buku tentang lansia dan program Kick-off Silver Economy yang mengangkat tema “Optimalisasi Penuaan Penduduk Menuju Ekonomi Perak: Membuka Peluang di Tengah Perubahan Demografi”.

Menurut Dante, bertambahnya populasi lansia tidak semata-mata menjadi tantangan bagi pemerintah, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun sistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan berbagai sektor agar lansia tetap sehat, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekitar 11 persen penduduk Indonesia, atau setara dengan 35 juta jiwa, merupakan kelompok lansia. Angka ini diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 20 persen pada 2045.

Di sisi lain, usia harapan hidup masyarakat Indonesia telah mencapai 74 tahun, sedangkan usia harapan hidup sehat baru sekitar 60 tahun. Perbedaan ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas kesehatan agar masyarakat tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga dapat menikmati masa tua dengan kondisi yang sehat dan produktif.

Dante menilai sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perak, terutama melalui pencegahan penyakit kronis, deteksi dini gangguan kesehatan, serta pemeliharaan kemandirian lansia.

Penguatan Layanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit

Untuk mendukung tujuan tersebut, Kemenkes berkomitmen memperluas layanan kesehatan primer yang berorientasi pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Upaya ini juga mencakup pengembangan perawatan berbasis komunitas, pemanfaatan teknologi digital, serta penyusunan kebijakan yang memberikan ruang bagi lansia untuk tetap berperan aktif dalam pembangunan.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dante menyebutkan bahwa program ini telah menjangkau lebih dari 12 juta penduduk lansia, dengan tujuan mendeteksi gangguan kesehatan lebih awal, mencegah komplikasi, dan mengurangi beban biaya pengobatan.

Melalui deteksi dini dan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, lansia diharapkan dapat mempertahankan kondisi kesehatan serta tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.

Dante menegaskan, keberhasilan pengembangan silver economy sangat bergantung pada kualitas kesehatan penduduk lanjut usia. Karena itu, peningkatan usia harapan hidup perlu diiringi dengan upaya memperpanjang masa hidup sehat agar lansia memiliki kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2026, peluncuran buku tentang lansia, dan program Kick-off Silver Economy, Kemenkes berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat dalam menghadapi perubahan struktur penduduk.

Penguatan kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung lansia untuk hidup sehat, mandiri, dan produktif, sekaligus menjadikan pertumbuhan populasi lansia sebagai peluang bagi pengembangan ekonomi perak di Indonesia.