Tumbuh 9,8 Persen, Produksi Listrik PGE Capai Rekor Tertinggi

0
62
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). (Foto: PGE)
(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan prestasi dengan membukukan produksi listrik panas bumi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan atau all time high sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) selama Januari–September 2026 dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri. Pencapaian ini memperkuat kinerja operasional perusahaan sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Realisasi produksi tersebut mencapai 108,22 persen dari target yang ditetapkan sebesar 3.801 GWh. Angka ini juga meningkat 9,8 persen dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 3.747 GWh.

Keberhasilan tersebut didukung oleh keandalan pembangkit yang tetap terjaga. Hal ini terlihat dari Equivalent Availability Factor (EAF) kumulatif yang mencapai 98,51 persen, melampaui target 92,20 persen. Sementara itu, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat hanya 0,21 persen, lebih rendah dibandingkan batas rencana sebesar 1,48 persen.

Dari sejumlah wilayah operasional, Area Kamojang menjadi penyumbang produksi terbesar dengan realisasi 1.438 GWh atau 118,77 persen dari target. Berikutnya, Area Lumut Balai menghasilkan 702 GWh atau 115,84 persen dari target, sedangkan Area Lahendong mencatat produksi 658 GWh atau 106,44 persen dari target.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset panas bumi sekaligus menjaga konsistensi kinerja operasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, rekor produksi ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan dan memperkuat kontribusi dalam mendukung transisi energi Indonesia. Pengelolaan aset yang optimal serta pengembangan proyek strategis juga menjadi bagian dari upaya memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan masyarakat.

“Rekor produksi ini menjadi pijakan yang kuat bagi kami. Kami optimistis dapat terus tumbuh secara disiplin, sehingga keunggulan operasional PGE memberi manfaat bagi pemegang saham, masyarakat, dan ketahanan energi Indonesia. Melalui pengelolaan aset yang optimal dan pengembangan proyek strategis, Perseroan terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Ahmad Yani dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menjelaskan bahwa keberhasilan mencapai produksi tertinggi tersebut merupakan hasil penerapan manajemen operasional yang disiplin di seluruh wilayah kerja perusahaan.

Ia menambahkan, optimalisasi produksi dilakukan melalui pemeliharaan pembangkit secara konsisten, penguatan disiplin operasional, serta penjagaan kesiapan pasokan uap untuk memastikan pembangkit dapat beroperasi secara andal.

“Capaian all time high produksi diraih berkat disiplin operasi dan pemeliharaan pembangkit, optimalisasi produksi, serta kesiapan pasokan uap di berbagai wilayah kerja. Capaian ini merupakan wujud nyata komitmen kami menjaga keandalan listrik panas bumi,” kata Andi Joko Nugroho.

Melalui pencapaian tersebut, PGE terus memperkuat perannya dalam menyediakan energi bersih berbasis panas bumi. Kinerja produksi yang meningkat dan keandalan pembangkit yang terjaga diharapkan dapat mendukung pengembangan energi terbarukan serta memperkokoh ketahanan energi Indonesia.