Di tengah ekspansi pembiayaan, kualitas kredit menjadi perhatian. OJK mencatat tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 meningkat dari 4,32 persen pada Juli 2026 menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso menekankan pentingnya penguatan kualitas pembiayaan agar pertumbuhan industri berlangsung sehat dan berkelanjutan.
Penyelenggara pindar perlu memperkuat penilaian kelayakan calon penerima dana, credit scoring, mitigasi risiko, serta pemantauan kemampuan membayar peminjam. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan sekaligus melindungi kepentingan pemberi dan penerima dana.
Salah satu upaya memperluas penyaluran pembiayaan dilakukan melalui kolaborasi antara perusahaan pindar dan perbankan. PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menjalin kerja sama strategis dengan PT Krom Bank Indonesia Tbk melalui skema loan channeling.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jaringan penyaluran kredit secara selektif dengan tetap memperhatikan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan per Agustus 2026, kredit Krom Bank mencapai Rp11,59 triliun, meningkat 50,4 persen dibandingkan Rp7,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menyebut kerja sama dengan perbankan memungkinkan pemanfaatan kapabilitas masing-masing pihak untuk menjangkau kebutuhan pembiayaan masyarakat.
Sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026, Easycash telah memfasilitasi penyaluran pendanaan secara akumulatif sebesar Rp103,23 triliun.
Dalam kerja sama tersebut, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit, sedangkan Easycash mendukung proses penyaluran melalui platform dan operasionalnya. Easycash juga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Machine Learning untuk mendukung verifikasi identitas elektronik serta penilaian risiko calon penerima dana.
Kolaborasi bank dan pindar diharapkan memperluas inklusi keuangan digital. Namun, pertumbuhan pembiayaan perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola, keamanan data pribadi, perlindungan konsumen, dan pengelolaan risiko.









