
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia hingga Jumat (6/11) pukul 07.00 WIB. Bencana yang terjadi meliputi kebakaran TPA, kebakaran lahan dan hutan, banjir disertai tanah longsor, serta angin kencang.
Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian tersebut tersebar di Kabupaten Tojo Una-Una, Sanggau, Kediri, Magetan, dan Luwu. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, sementara tim gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan di beberapa lokasi.
Kebakaran terjadi di tempat pemrosesan akhir (TPA) yang berada di Dusun Jompi, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Kamis (5/11) sekitar pukul 02.45 WITA.
Api membakar area seluas sekitar 1 hektare. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una melakukan asesmen dan mengerahkan petugas ke lokasi untuk memadamkan api dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil Dinas Sosial.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan Jumat (6/11), tim gabungan telah berhasil memadamkan api.
Kebakaran lahan juga terjadi di Dukuh Ngancar, Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Kamis (5/11).
Api membakar lahan yang ditumbuhi tanaman bambu dan jati dengan luas sekitar 1 hektare. BPBD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan selang air. Kebakaran berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Kamis (5/11).
Kebakaran tersebut melanda sekitar 1 hektare lahan perkebunan kakao milik warga. BPBD Kabupaten Luwu bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Api dilaporkan berhasil dipadamkan.
Banjir yang disertai tanah longsor terjadi di Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (3/11) dini hari menyebabkan debit air meningkat serta kondisi tanah menjadi jenuh dan labil. Banjir dan longsor kemudian terjadi pada Rabu (4/11) sekitar pukul 11.00 WIB.
Material longsor mengenai sejumlah rumah warga dan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan.
BPBD Kabupaten Sanggau melaporkan bencana tersebut berdampak pada 13 jiwa. Tiga orang di antaranya mengungsi, sementara lima unit rumah dilaporkan terdampak.
BPBD bersama perangkat desa dan masyarakat setempat melakukan asesmen serta pendataan terhadap warga dan rumah yang mengalami kerusakan. Hingga Kamis (5/11), koordinasi dan pemantauan kondisi di lokasi masih berlangsung.
Hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (4/11).
Kejadian tersebut berdampak pada 81 kepala keluarga (KK). BPBD Kabupaten Kediri mencatat kerusakan pada satu rumah kategori rusak berat, satu rumah rusak sedang, 78 rumah rusak ringan, serta satu fasilitas pendidikan.
BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Kediri telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan makanan siap saji kepada warga terdampak.
Tim gabungan juga melakukan pembersihan material dan pendataan kerusakan bangunan. Hingga Kamis (5/11), proses pembersihan material dari rumah-rumah yang rusak masih berlangsung.
Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik kering maupun basah, seiring berlangsungnya peralihan musim di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah daerah diminta mengintensifkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah secara terbuka, maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan rawan kebakaran dan sekitar TPA.
Apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditangani dengan cepat.
Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di sekitar lereng dan bantaran sungai ketika kondisi cuaca memburuk. Warga juga perlu segera menuju tempat aman apabila menemukan tanda-tanda bahaya atau menerima arahan evakuasi dari petugas.
BNPB turut mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, melakukan normalisasi alur sungai sesuai kebutuhan, serta memeriksa dan memperkuat tanggul apabila diperlukan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana, sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di wilayah rawan.








