
(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Republik Indonesia menerima studi kelayakan kereta cepat Jakarta-Bandung dari Tiongkok untuk dipelajari dan akan segera membuat keputusan secepatnya.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan bahwa Chairman of Chinas The National Development and Reform Commission Xu Shaoshi baru saja menyerahkan hasil studi kelayakan dari Tiongkok kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (10/8).
Chairman Xu Shaoshi mengatakan sebagai utusan khusus Presiden Xi Jinping kedatangannya sebagai negara bersahabat yang cukup lama, Tiongkok ingin terus meningkatkan kerjasama dan persahabatannya dengan Indonesia.
Kesepakatan kedua negara yang telah berlangsung pada bulan Maret dengan ditandatanganinya nota kesepahaman dan penandatanganan framework agreement pada bulan April lalu serta konfirmasi di bulan Juli dan hari ini, Senin (10/8) Tiongkok menyerahkan studi kelayakannya kepada Presiden Joko Widodo.
Dalam studi kelayakan tersebut menjelaskan beberapa ciri dengan jalur yang lebih panjang dengan total 150 kilometer dan kecepatan yang lebih tinggi mencapai 350 kilometer per jam dengan 8 stasiun mulai dari Halim ekstensi Manggarai dan Gambir.
Kereta api cepat ini akan mengakselerasi kereta yang ada dan Mass Rapid Transit (MRT) yang ada, Xu Shaoshi ungkapkan Tiongkok siapkan financial plan dan harga yang lebih kompetitif dan memberikan jaminan bahwa proyek tersebut groundbreaking pada bulan Agustus dan mulai dibangun pada awal September dan proyek selesai pada tahun 2018.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








