
(Vibizmedia – Nasional) Sebagai sesama anggota G20, Indonesia dan Rusia melakukan kerjasama bilateral khusus dibidang ekonomi serta pertahanan dan keamanan.
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa berdasarkan catatannya dalam 2 tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral mengalami penurunan pada tahun 2014 sebesar USD 2,64 miliar turun sekitar 25% menjadi USD 1,98 miliar pada tahun 2015.
Untuk kembali mendorong perdagangan bilateral kedua negara tersebut, Presiden Joko Widodo melakukan upaya melalui menghilangkan hambatan tarif dan non-tarif pada minyak kelapa sawit, ikan dan produk pertanian, ungkap Presiden Joko Widodo di rumah kediaman Presiden Putin di Sochi, Rusia, Rabu (18/5).
Selain itu, upaya lainnya dengan membuka akses pasar yang lebih besar dan meningkatkan kontrak dan perdagangan langsung antara pelaku usaha. Pada bidang investasi, selain pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur, pihak Rusia juga melakukan investasi melalui bidang lain yaitu energi, infrastruktur dan pembangunan alumunium smelter di Kalimantan Barat.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








