Terjadi guncangan besar atas pasar obligasi Rupiah yang diperdagangkan hari ini (21/5) yang terjadi sejak sesi pagi hingga sesi sore. Obligasi Rupiah cukup tertekan oleh penjual dari pihak asing. Namun demikian berita yang mengejutkan bahwa S&P mengupgrade outlook Indonesia dari stabil menjadi positif memberikan dorongan obligasi melonjak.
Namun berita gembira tersebut tidak dapat meredam tekanan jual dari pihak asing, sehingga hari ini tampak obligasi tenor 10 tahun diperdagangkan tinggi dengan yield 7.90% dan turun lagi menjadi 8.05%. Obligasi tenor 20 tahun juga turun dari 8.16% menjadi 8.32%.
Meskipun volatilitas tinggi pada saat perdagangan intraday, pasar ditutup tidak berubah dibandingkan dengan penutupan kemarin. Berikut yield indikatif diakhir perdagangan;
Bella Dona/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens









