(Berita Daerah – Nasional) Pelaku industri pengolahan dan pemurnian material logam dasar mengeluhkan pasokan bahan baku yang dinilai semakin sulit didapatkan karena spesifikasi hasil tambang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pabrik. Tercatat dari 14 perusahaan smelter yang ada di Indonesia, 4 perusahaan diantaranya saat ini kekurangan bahan baku hasil tambang yang berimbas kepada penurunan produksi dan pendapatan.
Wakil Presiden PT Delta Prima Steel Haykel Hubies di Jakarta, Rabu (1/7) mengatakan bahwa kesulitan yang terjadi saat ini menunjukkan beberapa hal masih harus mendapatkan perhatian. Pertama yaitu terkait dengan suplai bahan baku tersebut yang harus dipastikan betul-betul aman sehingga tidak terjadi kekurangan.
Berikutnya yang kedua yaitu spesifikasi hasil tambang tersebut harus sesuai dengan kebutuhan pabrik dan ketiga adalah persoalan penanganan limbah dari hasil penambangan yang dilakukan itu perlu mendapatkan perhatian agar tidak mencemari lingkungan sehingga dapat merugikan masyarakat dikemudian hari.
Haykel mengungkapkan jika ketiga hal tersebut harus diatur dengan jelas oleh pihak pemerintah yaitu dalam hal ini adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sedangkan Kementerian Perindustrian mengatur dari segi pengolahan dan pemurniannya. Untuk itu Kementerian Perindustrian diminta untuk berkoordinasi dengan Kementerian terkait sehingga pasokan bahan baku tersebut tidak lagi menjadi hambatan.
Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD Editor : Eni Ariyanti image: ant









