
(Vibizmedia –Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) berikan perkiraan semester I-2015 surplus produksi beras 2015 sebesar 10,57 juta ton, sedangkan produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan mencapai 75,5 juta ton GKG atau setara dengan 42,474 juta ton beras, meningkat 6,6% dibandingkan produksi pada tahun 2014 sebesar 70,8 juta ton GKG.
Pencapain surplus melalui upaya kementerian pertanian melakukan percepatan selama 8 bulan ini pada realisasi rehabilitasi irigasi tersier, prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kwarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kwarter serta bangunan pelengkapnya pada jaringan irigasi pemerintah, ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jumat (3/7).
Dimana kebutuhan beras tahun ini asumsi per kapita 124,89 kilogram per tahun sehingga total kebutuhan 31,898 juta ton, tahun ini surplus didominasi oleh Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Optimasi lahan sebesar 1.000.030 hektar serta rehabilitasi jaringan sebesar 2,6 juta hektar, dengan adanya tambahan dari rehabilitasi lahan sebesar 2,6 juta hektar dikali 3 ton/hektar maka akan mendapatkan produksi GKG sebesar 7,8 juta ton.
Kementerian pertanian terus berupaya dalam menggenjot produksi dan efisiensi panen dengan memberikan alat mesin pertanian (alsintan) dari target 60 ribu unit telah terdistribusi sebanyak 38 ribu unit.
Perhitungan surplus beras berbeda dengan tahun sebelumnya dengan asumsi konsumsi beras per kapita selama setahun sebanyak 124,89 kg. Sementara tahun lalu, perhitungan konsumsi per kapita selama setahun mencapai 139 kg.
5 wilayah penyumbang surplus produksi beras terbesar semester I-2015 :
1. Jawa Timur dengan surplus mencapai 2,3 juta ton beras.
2. Jawa Tengah dengan surplus mencapai 1,5 juta ton beras.
3. Lampung dengan surplus mencapai 1,2 juta ton beras.
4. Sumatera Selatan dengan surplus mencapai 1,3 juta ton beras.
5. Sulawesi Selatan dengan surplus mencapai 2,1 juta ton beras.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








