(Vibizmedia – Nasional) Dengan potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, kedepannya pemerintah akan memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan untuk mencapai target pemerintah 35 ribu MW sampai dengan 2019.
Energi ramah lingkungan berasal dari proses alam yang berkelanjutan seperti panas bumi, tenaga angin, tenaga surya, ombak dan biomassa ini, dapat menjadi momentum bagi pengusaha domestik untuk menggarap proyek pembangkit listrik tersebut.
Berdasarkan data dari Internasional Energy Agency (IEA) potensi peningkatan penggunaan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia untuk pembangkit maupun pemanas pada tahun 2050 akan mencapai hingga 10 kali lipat.
Presiden Joko Widodo mengatakan dengan kekuatan geothermal yang dimiliki Indonesia mencapai 28 ribu MW, belum lagi ditambah tenaga angin, ombak dan matahari dapat mencapai hingga puluhan ribu MW.
Dengan kekuatan dan potensi yang dimiliki Indonesia, kedepannya pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan menjadi prioritas, ungkap Jokowi saat meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/7).
Banyaknya gunung berapi dan pulau-pulau besar di Indonesia, geothermal sangat berlimpah. Dari seluruh pulau di Indonesia, hanya pulau Kalimantan saja yang tidak mempunyai potensi panas bumi.
5 tahun kedepan, dalam mewujudkan rencana pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW mulai digeser, dengan tidak lagi fokus pada batubara tetapi pada energi geothermal, tenaga angin, ombak, tenaga surya dan biomassa, ungkap Jokowi.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela
Pic : Setkab









