(Vibizmedia – Nasional) Dua strategi dalam menangani persaingan yang disiapkan oleh kementerian Perindustrian dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) adalah defensif dan ofensif.
Membangun pusat pendidikan dan pelatihan industri yang berkaitan dengan penguatan sektor industri kecil menengah (IKM) melalui pemberian insentif bagi IKM dari program restrukturisasi mesin dan peralatan menjadi strategi ofensifnya.
Sedangkan strategi defensif melalui penyusunan standar nasional Indonesia (SNI) melalui produk-produk manufaktur. Hingga 2013 data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah unit usaha IKM mencapai 3,4 juta unit dan menyerap 9,7 juta orang tenaga.
Pertumbuhan industri non migas pada triwulan I-2015 sebesar 5,21% lebih tinggi pencapaiannya dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 4,71%. Total investasi yang masuk pada triwulan I-2015 mencapai USD 20,32 juta, merupakan angka tertinggi sejak lima tahun terakhir menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Fokus pada penumbuhan wirausaha dengan pelatihan baru dan bantuan start up capital, ungkap menteri perindustrian Saleh Husin, Minggu (5/7) mengakibatkan terjadinya akselerasi pertumbuhan wirausaha industri di daerah tertinggal dan daerah potensial menunjukkan optimisme terhadap kinerja industri pada tahun ini.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela
Pic : Antara









