
(Vibizmedia – Nasional) Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2016, kemungkinan akan lebih kecil dibandingkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015, disesuaikan dengan kebutuhan.
Pemerintah merencanakan untuk tahun 2016, nilai belanja pemerintah mencapai Rp 2.200 triliun dengan estimasi pendapatan negara sebesar Rp 1.900 triliun, sehingga ada defisit sebesar Rp 300 triliun atau sekitar 1,9%-2%.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menyelesaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 yang pada 16 Agustus 2015 diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ungkapnya usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (6/7).
Sampai dengan saat ini, pembangunan infrastruktur dari alokasikan APBN-P 2015 sebesar Rp 290,3 triliun, paling banyak menyerap anggaran yang digunakan untuk belanja modal diatas Rp 100 triliun, ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. Untuk anggaran tahun depan, pemerintah berencana untuk menaikkan anggarannya.
Ada tiga prioritas dalam rencana anggaran tahun depan, yaitu Infrastruktur, pertanian dan energi, sedangkan penerimaan negara akan berasal dari pajak, penerimaan luar negeri dan pengeluaran surat utang negara, ungkap Sofyan.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








