(Vibizmedia – Nasional) Upaya pemerintah dalam membantu masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok yaitu dengan meluncurkan program beras murah yang disebut Raskin, subsidi beras untuk masyarakat berpendapatan rendah ini merupakan bantuan sosial berbasis keluarga yang sudah berjalan secara rutin sejak tahun 1998.
Sasaran Raskin pada tahun 2015 adalah 15,53 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS), berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia tahun 2014, dimana setiap RTS mendapat jatah beras sejumlah15 kilogram per RTS per bulan selama 1 tahun, dengan harga tebus Rp.1.600 per kilogram di titik distribusi.
Untuk itu kementerian Sosial terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) distribusi maupun penyerapan di lapangan. Pendekatan yang dilakukan dalam monitoring melalui data sekunder melalui analisa media yaitu terhadap seluruh tulisan terkait pelaksanaan program raskin
Kemensos perlu memastikan distribusi raskin sesuai dengan jumlah raskin yang telah ditentukan sebesar 15 kilogram secara tepat waktu, tepat jumlah dan berkualitas. Karena masih ditemukan raskin dibawah standar, berkutu, berbatu dan berwarna kuning.
Menjelang lebaran, Mensos Khofifah Indarparawansa meminta agar distribusi raskin sudah sampai ke penerima manfaat dan juga mendorong agar semua kepala daerah agar proaktif, segera menyerahkan surat perintah alokasi (SPA) raskin ke Bulog untuk mempercepat distribusi, hal ini dilakukan agar masyarakat yang kurang mampu lebih tenang menghadapi lebaran, ungkap Khofifah saat sidak gudang Bulog Gadingrejo Pasuruan, Minggu (5/7).
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela
Pic : Antara









