(Berita Daerah – Nasional) Direktur Hulu PT Pertamina Syamsu Alam menyampaikan jika perusahaan migas asal Prancis yaitu Total E&P Indonesie telah menyepakati tawaran 30 persen porsi saham Blok Mahakam bersama Inpex setelah masa kontraknya berakhir tahun 2017 mendatang.
Syamsu Alam di Jakarta, Rabu (8/7) mengatakan bahwa Pertamina dan Total telah melakukan pertemuan atas undangan dari Pertamina untuk memutuskan apakah total setuju dengan penawaran 30 persen saham pengelolaan Blok Mahakam. Tawaran porsi saham tersebut atas rekomendasi pemerintah yang dijalankan melalui skema business to business.
Selain itu penawaran ini juga sesuai dengan keputusan pemerintah yang membatasi pelepasan saham (share down) Blok Mahakam maksimal 30 persen. Penawaran ini ditempuh atas pertimbangan kelanjutan investasi sektor migas nasional. Untuk itu Syamsu Alam menegaskan bahwa Pertamina tidak pernah mengusulkan penguasaan saham Blok Mahakam kurang dari 100 persen.
Pelepasan saham Blok Mahakam merupakan keputusan pemerintah dan dilakukan dalam skema business to business. Terkait dengan kepemilikan saham Blok Mahakam itu, Total sendiri sebenarnya meminta 35 persen dan tidak berbagi dengan Inpex, namun pemerintah tidak mengabulkannya.
Direktur Hulu PT Pertamina ini menambahkan bahwa Presiden dan Menteri ESDM sudah mengingatkan apabila tidak sepakat dengan penawaran 30 persen, maka Total dipersilakan melepas Blok Mahakam saat kontrak sudah berakhir. Pada 10 Juni 2015 pemerintah mengumumkan pembagian saham atas Blok Mahakam di mana Pertamina dan BUMD Kalimantan Timur mendapatkan 70 persen saham, sedangkan Total dan Inpex 30 persen.
Keterlibatan Total dalam pengelolaan Blok Mahakam bisa dimanfaatkan karena telah memiliki teknologi dan telah berpengalaman mengelola blok migas tersebut. Keunggulan yang dimiliki Total itu untuk menjaga stabilitas produksi Blok Mahakam pada saat transisi dari Total kepada Pertamina.
Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD Editor : Eni Ariyanti image: ant









