
(Vibizmedia – Nasional) Sejak dilakukan groundbreaking pada 20 Desember 2014 lalu, pembangunan bendungan Raknamo ditargetkan selesai pada tahun 2017 dan akan berfungsi pada awal tahun 2018.
Selama ini, mengenai persediaan air baku dan pengembangan daerah irigasi di kabupaten Kupang selalu menjadi masalah. Dengan pembangunan waduk ini, permasalahan tersebut dapat diatasi, yang berguna untuk mengairi daerah pertanian sekitar Raknamo, di kecamatan Amabi Oefeto, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan sampai saat ini tidak memiliki kendala dalam pembebasan lahan, justru warga memberikan lahannya untuk pembangunan dan akses jalan masuk ke lokasi, ungkap Basuki, Sabtu (25/7).
Pembangunan bendungan yang menelan anggaran sebesar Rp 710,6 miliar ini, memiliki kapasitas penyediaan air baku 0,10 meter kubik per detik, luas genangan bendungan Raknamo mencapai 147,3 hektar, mampu menampung air irigasi wilayah seluas 1.250 hektar, kedepannya bendungan ini menjadi cikal bakal pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) sebesar 0,216 MW.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








