Dalam RAPBN 2016, Defisit Anggaran Mencapai 2,1% Dari PDB

0
936
Presiden Joko Widodo Usai Berpidato Mengenai RUU RAPBN 2016 Di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, 14 Agustus 2015. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Guna mendukung pelaksanaan kebijakan belanja negara, pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 313,5 triliun, alokasi anggaran infrastruktur tersebut lebih besar dari alokasi anggaran infrastruktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa alokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara, termasuk bandara perintis agar konektivitas dan pemerataan antar wilayah menjadi lebih baik.

Secara keseluruhan, dalam RAPBN 2016 anggaran belanja negara dialokasikan sebesar Rp 2.121,3 triliun yang terdiri dari alokasi transfer dana desa dan daerah sebesar Rp 782,2 triliun dan belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.339,1 triliun yang mencakup belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 780,4 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp 558,7 triliun.

Sedangkan alokasi subsidi yang dianggarkan sebesar Rp 201,4 triliun yang terdiri dari subsidi energi sebesar Rp 121 triliun dan subsidi non energi sebesar Rp 80,4 triliun. Pemerintah merencanakan total pendapatan negara tahun 2016 mencapai Rp 1.848,1 triliun yang terjadi dari penerimaan hibah sebesar Rp 2 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 280, 3 triliun dan penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.565,8 triliun.

Sehingga tahun 2016, RAPBN tahun 2016 defisit anggaran sebesar Rp 273, 2 triliun atau 2,1% terhadap PDB dimana akan dibiayai oleh pembiayan yang bersumber dari dalam negeri sebesar Rp 272 triliun dan luar negeri sebesar Rp 1,2 triliun.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here