(Vibizmedia – Nasional) Pasca pertemuan Presiden Joko Widodo dengan beberapa pengusaha dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Bogor, Senin kemarin (24/8), pemerintah lakukan antisipasi cepat dalam mengambil tindakan menghadapi permasalahan ekonomi terkini.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk merealisasikan operasi pasar saham, sebagai langkah intervensi pemerintah ditengah anjloknya pasar saham di Indonesia, salah satu penyebab perlambatan ekonomi.
Upaya yang dilakukan melalui buyback, pembelian kembali sebagian atau seluruh saham oleh perusahaan dari para investor, yang mereka beli sebagai penempatan modal ventura ke dalam perusahaan saat pembentukannya dengan membeli kembali saham-saham di bursa sehingga perusahaan publik sehingga menjadi milik pribadi kembali.
Dimulai dari 13 BUMN yang telah menjadi perusahaan “go public”, dengan indikator berapa besar saham BUMN tersebut telah turun menjadi prioritas untuk dilakukan buyback, ungkap Rini, Senin kemarin (24/8).
Sebelumnya, Menteri Bambang Brodjonegoro mengatakan sampai dengan 31 Juli 2015, realisasi belanja pemerintah pusat baru sebesar 50% dari total belanja negara, sementara belanja modal baru mencapai 20% dan belanja kementerian/lembaga baru mencapai 30%-40%, yang terbesar berasal dari transfer daerah berhasil menyerap 50%, sampai saat ini sebanyak Rp 273 triliun dana daerah mengendap di sejumlah BUMN, bank daerah dan swasta.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela
Pic : Antara









