Ekspor Malaysia Melempem, Neraca Perdagangan Anjlok Tajam

0
878

Badai krisis ekonomi tampaknya belum akan berhenti, bahkan menjalar hingga kawasan Asia. Krisis kini merembet ke Asia Tenggara. Negeri tetangga Indonesia yang terkenal dengan sebutan “Negeri jiran” atau Malaysia, Myanmar, serta Thailand, mulai “terciprat” badai tersebut. Adapun salah satu indikator yang tampak adalah pasca devaluasi yuan dilakukan oleh bank sentralnya (PBoC), ringgit Malaysia ikut terpuruk. Dihitung sejak awal tahun hingga Agustus  (year to date), kyat turun 24 persen, ringgit 18,03 persen. Anjloknya kurs Ringgit ini nampaknya diikuti dengan rontoknya bursa saham Malaysia yang turun hingga 15,07 persen.

Masih belum reda dengan masalah krisis, hari ini (4/9), Departemen Statistik Malaysia kembali melaporkan berita yang kurang memuaskan tentang posisi neraca perdagangan negaranya untuk periode Juli 2015. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa surplus dagang Malaysia pada Juli lalu tergerus tajam akibat kinerja ekspornya yang turun drastis, sementara impornya justru naik tak terduga. Laju ekspor pada Juli lalu hanya tercatat tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy), anjlok jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mampu bukukan pertumbuhan hingga 5 persen. Meski demikian laju pertumbuhan ekspor pada Juli lalu tetap masih diatas ekspektasi ekonom yang sebelumnya hanya memperkirakan kenaikan sebesar 3,2 persen.

 

Read more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here