Ditengah gejolak perekonomian global yang diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir 2015 mendatang, Bank of England (BOE) sudah menyampaikan bahwa mereka akan terus mempertahankan suku bunga pada rekor rendahnya diperkirakan sampai pertengahan 2016 sebagai antisipasi dari perlambatan ekonomi yang tengah melanda Tiongkok dan pasar negara berkembang saat ini. Salah satu alasan BOE masih mempertahankan suku bunga rendahnya yang berada di level 0 persen sampai saat ini adalah karena potensi perlambatan ekonomi Inggris masih akan membayangi gerak perekonomian negara tersebut hingga sisa tahun 2015 mendatang.
Meski kinerja di sektor industri Inggris terus tertekan karena reli sterling yang telah menekan ekspor, nampaknya tidak demikian dengan kinerja di bidang konstruksi. Akhir pekan lalu baru saja dipublikasikan bahwa kinerja sektor konstruksi Inggris pada bulan September 2015 lalu meningkat tajam ke level tercepatnya dalam tujuh bulan terakhir karena ditopang oleh pembangunan di sektor perumahan, hal inilah yang kemudian meningkatkan jumlah orderan pada perusahaan konstruksi. Dalam rilis PMI konstruksi Inggris tersebut tercatat bahwa skor PMI bulan lalu melonjak ke level 59,9 dari yang semula tercatat di level 57,3 pada bulan Agustus. Rebound ini cukup diluar dugaan ekonom karena sebelumnya hanya memperkirakan kenaikan ke level 57,5. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:









