Siang ini (12/10), Departemen Statistik Malaysia kembali melaporkan kinerja laju pertumbuhan produksi industri negaranya untuk periode yang berakhir Agustus 2015. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa tingkat output industri Malaysia merosot cukup tajam di bulan tersebut dari bulan sebelumnya. Seperti diketahui, selama beberapa bulan terakhir mata uang Malaysia masih terus terpuruk terhadap dollar AS karena ketidakpastian The Fed terhadap kapan kenaikan suku bunganya akan dilakukan.
Tercatat bahwa tingkat produksi industri Malaysia pada Agustus lalu hanya mampu bukukan pertumbuhan sebesar 3 persen (yoy), setelah berhasil bukukan lonjakan kenaikan sebesar 6,1 persen (yoy) di bulan Juli. Perlu diketahui, realisasi tingkat output tersebut juga masih dibawah perkiraan ekonom yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 4 persen. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:









