Pemerintah Berencana Cari Komitmen Baru Untuk Tambal Defisit Anggaran 2015

0
799

Pemerintah yang diwakili oleh Direktur Portfolio dan Utang Kementerian Keuangan, Scenaider Siahaan, menyatakan akan mencari pinjaman senilai US$ 5 miliar, atau berkisar Rp 67 triliun untuk menutupi toleransi pelebaran defisit anggaran menyusul melesetnya target penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Adapun pinjaman yang dimaksud akan ditarik dari pinjaman bilateral dan multilateral yang diyakini lebih murah ketimbang meminjam di pasar sekunder. Sejauh ini, rencananya pemerintah akan menarik pinjaman dari World Bank senilai US$2 miliar dari komitmen baru, Asian Development Bank (ADB) senilai US$750 juta – US$1 miliar, lalu pinjaman program lainnya sekitar US$ 1,2 miliar.

Selain lembaga pembiayaan, pemerintah juga kembali berencana menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi valuta asing untuk menutupi defisit anggaran 2015. Namun, penerbitan SBN akan dilakukan dengan cara penempatan terbatas atau private placement dari investor asing dengan target pengumpulan dana mencapai US$1 miliar. Pemerintah juga akan menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) jika sampai akhirnya besaran defisit membengkak dari defisit angaran tahun ini yang ditargetkan berada di kisaran 2,5 persen – 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).

 

Read more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here