(Vibizmedia – Nasional) Penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp 64,9 triliun, baru mencapai kurang dari 80%.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa penyerapan anggaran tersebut tidak mencapai target dikarenakan pihaknya melakukan penghematan harga satuan menjadi lebih wajar sehingga besar anggaran mengecil dan juga program yang sudah tidak terkejar sampai dengan akhir tahun.
Jonan sampaikan ada sekitar anggaran sebesar Rp 10 triliun yang disebabkan tidak terkejar waktunya dan dirasa proyek tersebut belum diperlukan, tetapi akan direalisasikan pada tahun depan, ungkapnya Rabu (16/12).
Berikut realisasi anggaran yang telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan :
Sub Sektor Direktorat Jenderal Perkeretaapian:
- Pembangunan jalur KA di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Sulawesi dan Papua sepanjang 186,99 km dari target sepanjang 3.258 km.
- Penyelenggaraan lintasan kereta api perintis di 4 lintasan dari target di 10 lintas.
Sub Sektor Direktorat Jenderal Perhubungan Darat:
- Dibangunnya Bus Rapid Transit (BRT) sebanyak 1050 unit bus di 16 kota dari target 3.170 unit bus di 34 kota.
- Pembangunan dan pengembangan Terminal tipe A di 16 terminal dari target pembangunan di 47 lokasi.
- Penerapan teknologi ATCS di 15 kota dari target penerapan di seluruh ibu kota provinsi.
- Pembangunan kapal penyeberangan sebanyak 12 unit dari target pembangunan 50 unit.
Sub Sektor Direktorat Jenderal Perhubungan Laut:
- Pengembangan pelabuhan non komersial di 150 pelabuhan dari target pengembangan 100 pelabuhan.
- Pengerukan alur pelayaran (kolam pelabuhan) di 13 lokasi dari target di 65 lokasi.
- Pembangunan kapal perintis sebanyak 100 kapal dari target 103 kapal.
- Pelayanan lintas angkutan laut perintis di 86 lintas dari target 193 lintas.
- Penyelenggaraan rute angkutan laut tetap dan teratur di 3 rute dari target 13 rute.
- Penyelesaian dan pembangunan kapal negara kenavigasian sebanyak 10 kapal dari target 41 kapal.
- Penyelesaian dan pembangunan kapal patroli sebanyak 77 kapal dari target 282 kapal.
Sub Sektor Direktorat Jenderal Perhubungan Udara:
- Pembangunan 17 bandara baru.
- Pembangunan/pengembangan bandara di daerah rawan bencana, terisolir dan daerah perbatasan di 132 bandara dari target di 100 lokasi.
- Pembangunan dan pengembangan terminal penumpang di 27 bandara dari target di 26 bandara.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









