(Vibizmedia – Culture) – Siapa yang tak pernah mendengar nama Pulau Bunaken? Pulau yang terkenal dengan taman lautnya yang indah, dengan terumbu karang dan ikan hias berwarna-warninya, memang sudah tersohor di seluruh dunia. Hampir semua orang yang memandangnya, pastinya jatuh cinta akan keindahannya. Namun, bagaimanakah nasibnya kini? Masihkah ia seindah dulu dengan warna-warninya yang menawan?


Suatu saat saya chatting dengan kenalan saya yang berada di Sulawesi Utara, dia katakan dengan terus terang bahwa Bunaken kini tak seindah dulu. Mendengar hal itu, saya pun berpikir, begitu amat disayangkan. Taman laut yang dulunya begitu terkenal indah, kini sudah agak berkurang pesonanya. Namun sebenarnya, Bunaken tetap mempesona meskipun tak secantik dulu. Ikan berwarna-warni dan terumbu karangnya, seolah tetap menyapa manusia, meskipun tak tahu, apakah manusia yang memandang mereka, sebenarnya perduli atau tidak akan kondisi dan keberadaan mereka.

Taman Nasional Bunaken sendiri, sebenarnya memiliki 91 jenis ikan, antara lain koi putih, lolosi ikan kuning, nila gasi, goropa, dan lainnya. Selain itu, berbagai moluska cantik, seperti nautilus, kima raksasa, dan lainnya, merupakan penghuni dari bawah laut Bunaken. Belum lagi, terumbu karang berwarna-warni yang ada, adalah kekayaan yang tak ternilai bagi Bunaken. Namun, masihkah manusia mau memelihara akan keindahan semua itu?


Menyelami bawah laut Bunaken, sebenarnya masih bisa dikatakan menarik hingga kini. Namun, tentunya daya tariknya tidak sama seperti dulu. Terkadang, adanya sampah yang ditemukan, mengurangi keindahan yang ada. Namun, tentunya kondisi Bunaken yang masih bisa dikatakan tetap terjaga, tak lepas dari peran dari organisasi yang suka melakukan bersih-bersih di Bunaken.



Taman Nasional Bunaken, memang tetap bisa tersenyum, meskipun wajahnya tak secantik dulu. Namun, kecantikannya tetap tak memudar hingga kini. Dan tentunya, itu semua tergantung daripada manusia yang memeliharanya. Ikan dan terumbu karang Bunaken, seolah menyambut dan membuat manusia tersenyum ketika memandangnya. Apakah manusia juga ingin membuat mereka tersenyum dengan memelihara keberadaan mereka dan tidak merusak habitat mereka? Setiap orang pasti punya jawaban masing-masing. Bunaken, meskipun kini tak seindah tempat lainnya, namun kecantikannya tetap ada, dan tetap menarik bagi siapapun yang mengunjunginya.

Fanny Sue/ Journalist/VMN
Images : Ferry Katiandagho
Editor : Fanya Jodie









