(Vibizmedia – Nasional) Total utang pemerintah pusat hingga akhir April 2016 tercatat Rp 3.271,82 triliun meningkat Rp 7,46 triliun, dibandingkan akhir Maret 2016 yaitu sebesar Rp 3.271,82 triliun.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (24/5) sebagian besar utang pemerintah berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai penerbitan SBN sampai dengan akhir April 2016 mencapai Rp 2,529,92 triliun meningkat dari akhir Maret 2016 sebesar Rp 2.521,66 triliun.
Selain itu, pinjaman bilateral maupun multilateral mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebesar Rp 750,16 triliun menjadi Rp 749,37 triliun. Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sebagai berikut :
Kondisi saat ini, tidak ada negara pun anggaran yang surplus, untuk menutupi kebutuhan belanjanya menggunakan utang. Selama anggaran negara defisit, utang pasti akan bertambah, ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Senin (24/5).
Journalist : Parnie
Editor : Mark Sinambela








