Pertumbuhan Kredit Kuartal I-2016 Melambat, Apa penyebabnya?

0
966
Gubernur BI Agus Martowardojo. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Aliran simpanan perbankan lebih banyak mengalir ke surat berharga dibandingkan dengan penyaluran kredit menjadi salah satu penyebab pertumbuhan kredit yang melambat pada kuartal I-2016, menurut Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI Agus Martowardojo sampaikan bahwa hal ini disebabkan Dana Pihak Ketiga (DPK) banyak mengalir ke surat berharga negara, sukuk dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) menyebabkan pertumbuhan kredit menjadi lebih lamban.

Agus sampaikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dapat didorong oleh kredit perbankan berupa kredit ukuran mikro maupun korporasi. Agar ekspansi kredit tidak tertahan, BI akan memberikan kelonggaran dalam makro prudensial sehingga NPL terjaga, ungkap Agus Martowardojo, Senin (23/5)

BI melihat bahwa pertumbuhan kredit pada kuartal II-2016 dapat meningkat seiring dengan ekonomi yang terdorong dari tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi saat ini, semester II pertumbuhan kredit akan baik dengan kondisi sekarang masih ada di single digit yang disebabkan spending pemerintah agak pelan tidak seperti yang diharapkan dan swasta masih belum terlalu bergerak.

Selain itu, BI mewacanakan untuk melakukan pelonggaran Loan to Value (LTV), penurunan pembayaran uang muka bagi konsumen kendaraan bermotor dan properti serta penyaluran kredit dari industri agar dapat tumbuh lebih tinggi, ungkap Agus Martowardojo.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here