Pemerintah Percepat Pembangunan Natuna

0
995
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas membahas pengembangan kepulauan Natuna di KRI Imam Bonjol. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Presiden bertekad untuk lebih memprioritaskan pengembangan wilayah terluar, pulau terdepan dan kawasan perbatasan di Indonesia yang dapat berperan sebaga gerbang kedaulatan negara.

Selama ini, pembangunan selalu terpusat di Pulau Jawa atau Jawa sentris. Hal ini menjadi sorotan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kepulauan Natuna merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia sehingga menjadi perhatian bagi Presiden Joko Widodo untuk dikembangkan.

Dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (23/6), Presiden Joko Widodo bertolak menuju Kepulauan Natuna untuk melihat langsung potensi ekonomi di garis batas antara Indonesia dengan sejumlah negara yakni Malaysia, Vietnam dan Kamboja.

Di tempat yang sama, Presiden menggelar rapat terbatas dengan beberapa menteri kabinet kerja mengenai percepatan pembangunan di Natuna. Bukan di dalam ruang rapat maupun kantor sebagaimana biasanya, rapat terbatas kali ini digelar di atas kapal KRI Imam Bonjol 383.

Dalam rapat terbatas di wilayah Natuna hari ini, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada menteri terkait agar dilakukan percepatan pembangunan di Natuna. Natuna merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia sehingga pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas maupun pembangunan ekonomi seperti industri perikanan, gas, dan pariwisata bahari perlu segera dilakukan.

Selain itu juga, Presiden ingin agar patroli dan penjagaan kawasan Natuna harus ditingkatkan. Untuk itu, Presiden mengharapkan agar dengan kemampuan TNI dan Bakamla dapat menjaga laut baik dalam hal kelengkapan teknologi radar maupun kesiapannya, ungkap Presiden Joko Widodo, Kamis (23/6).

Disamping itu juga, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pengembangan ekonomi di wilayah Kepulauan Natuna dan sekitarnya akan difokuskan pada industri perikanan dan migas.

Mengenai potensi migas yang ada di sekitar wilayah Kepulauan Natuna, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan bahwa di kepulauan tersebut terdapat 16 blok migas  5 blok diantaranya sudah produksi, sementara 11 lainnya sedang dalam tahap eksplorasi.

Mengenai ketersediaan listrik di wilayah tersebut, Sudirman sampaikan bahwa gas sedang dialihkan ke Pulau Pemping dan itu akan menyediakan pasokan listrik sekitar 50 MW, ungkap Sudirman Said.

Journalist : Rully
Editor      :
Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here