PUPR Siap Lanjutkan Pembangunan P3SON Hambalang

0
920
Ilustrasi proyek mangkrak. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melanjutkan kembali proses pengerjaan proyek pusat pendidikan dan pelatihan dan sarana olahraga nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Kementerian PUPR telah menyiapkan tim audit teknis untuk mengetahui kondisi kontur tanah sedikit rawan, namun masih dapat diatasi dengan mengurangi beban bangunan. Berdasarkan hasil analisa terkait potensi longsoran, pihak PUPR memberikan saran untuk mengurangi beban atau mengurangi satu tingkat bangunan yang ada.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Arie Setiadi mengatakan bahwa keputusan untuk memotong satu lantai sejumlah bangunan yang ada di komplek tersebut menurut Arie adalah untuk mengantisipasi kekuatan gedung dalam merespon gempa.

Arie sampaikan bahwa struktur yang lama pada prinsipnya dipertahankan tapi dipotong satu lantai kemudian dijadikan atap, jadi lebih ringan, ini juga terkait respon bangunan ketika terjadi gempa. Pasca pengkajian lebih detail yang akan selesai pada akhir tahun 2016 ini, pembangunan proyek tersebut akan dimulai pada awal tahun 2017 dan ditargetkan selesai pada tahun 2016

Pembangunan Hambalang yang dirancang pada tahun 2010  masih memakai peraturan lama terkait ketahanan bangunan terhadap gempa. Oleh sebab itu, Kementerian PUPR akan mengeluarkan peta gempa yang baru untuk menyesuaikan dengan kondisi yang terbaru, ungkap Arie, Senin (5/9).

Selain dari perbaikan atap, salur air juga menjadi salah satu perhatian khusus yang akan dilakukan perbaikan dengan menggunakan pola atap miring guna pengaliran air dan perbaikan sistem drainase. Ditambah sesuai dengan kondisi tanah yang ada, yang memiliki lapisan kedap, akan dibuat reservoar di bawah lapangan dan memanfaatkan danau yang dekat lokasi.

Dari hasil audit yang telah dilakukan, tim audit mengajukan dari total bangunan sebanyak 22 bangunan, akan membangun sebanyak 14 bangunan, sebagai langkah awal akan fokus kepada 8 bangunan terlebih dulu.

Kedelapan bangunan yang dimaksud adalah  asrama putra dan putri, asrama yunior putra dan putri, gedung SMA, gedung SMP, gedung olahraga serbaguna, gedung powerhouse, masjid dan pembangunan akses jalan.

Sebagai lokasi pemusatan kepelatihan atlet-atlet junior ataupun senior jelang perhelatan multicabang olah raga. Dari 4 asrama yang sudah ada saat ini dapat menampung sebanyak 320 orang.

Berdasarkan hasil penelitian awal, perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membangun sistem drainase dan perkuatan bangunan sebesar Rp 240 miliar, kalau hanya 8 bangunan membutuhkan sekitar Rp 550 miliar, sedangkan untuk 14 bangunan memerlukan biaya hingga Rp. 650 miliar.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here