(Vibizmedia – Nasional) Guna mendorong percepatan pengembangan Kota Baru Publik Maja, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat stakeholder melaksanakan komitmen sesuai nota kesepakatan yang telah ditandatangani serta membentuk forum monitoring pelaksanaan yang terdiri dari seluruh elemen stakeholder.
Kepala BPIW Kementerian PUPR Rido Matari Ichwan sampaikan forum monitoring tersebut dapat bekerja untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pengembangan Kota Baru Publik Maja.
Rido sampaikan bahwa target pelaksanaan program percepatan pembangunan infrastruktur Kota Baru Publik Maja, setiap pengembang biasanya menciptakan center pengembangan dengan membangun mall, taman, restoran, dan fasilitas lainnya.
Kebutuhan air baku memerlukan cukup banyak untuk pengembangan Kota Baru Publik Maja dan pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga pembangunan waduk akan didorong untuk dapat dilakukan percepatan agar dapat memenuhi kebutuhannya.
Sebagai kota baru mandiri yang dapat menjadi penyangga ibu kota negara, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan, BPIW Kementerian PUPR Agusta mengatakan, Kota Baru Publik Maja berada diantara dua Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) yakni WPS 7 meliputi Jakarta-Bogor-Ciawi-Sukabumi serta WPS 9 meliputi Tanjung Lesung-Sukabumi-Pangandaran- Cilacap.
Agusta sampaikan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 akan mewujudkan pembangunan 10 Kota Baru Publik sehingga pengembangan Maja merupakan satu dari 10 kota yang diamanatkan tersebut.
Ultimate program pembangunan Kementerian PUPR dalam mendukung pengembangan Kota Baru Publik Maja ini terdiri dari pembangunan Waduk Sindangheula dan Waduk Karian, Jalan Tol Serang-Panimbang, Jalan Tol Serpong-Balaraja, pembangunan jalan Pamulang.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









