Pesan Presiden Kepada Para Muslimat NU, Jaga Kemajemukan Bangsa

0
829
Presiden Joko Widodo membuka Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis 24 November 2016. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Kemajemukan merupakan suatu anugerah dari Allah yang telah diberikan. Oleh karenanya, presiden mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat kemajemukan Indonesia tersebut, pesan Presiden saat membuka Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11).

Melihat kondisi terkini ibu kota, Presiden sampaikan bahwa saat ini situasi ibu kota terasa panas. Sebetulnya tidak panas, hanya hangat, pesannya setengah bercanda. Apalagi sekarang ibu-ibu muslimat NU hadir di Jakarta. Semuanya menjadi sejuk, semuanya menjadi dingin kembali alhamdulillah, ungkapnya yang langsung disambut tawa sekitar 2.144 peserta kongres yang hadir.

Presiden mengingatkan mengenai keberagaman bangsa ini. Setidaknya terdapat 646 bahasa lokal dan sekitar 1.128 suku yang ada di Indonesia. Ketenteraman di antara segala keberagaman tersebut haruslah dijaga dengan baik.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kyai Said Aqil Siradj menyampaikan yang satu suku saja bisa berperang, kita ini ada 1.128. Ini yang perlu saya ingatkan, kita jaga, kita rawat bersama. Saya setiap datang ke provinsi, setiap datang ke pulau-pulau kecil, setiap datang ke kabupaten/kota betul-betul merasakan sekali betapa kita memang berbeda-beda, ungkapnya.

Selain itu, presiden juga terus mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat saling melindungi dan menghargai satu sama lainnya. Sudah selayaknya bahwa mayoritas melindungi minoritas. Sebaliknya, yang minoritas juga menghormati yang mayoritas.

Presiden berpesan marilah yang mayoritas itu melindungi yang minoritas. Tetapi yang minoritas juga harus menghormati dan mengharai yang mayoritas. Saling melindungi, saling menjaga, saling menghargai. Inilah keindonesiaan kita. Kita sering lupa ini, terangnya.

Selain itu, dihadapan para muslimat NU, Presiden juga mengingatkan untuk hati-hati mengunakan media sosial, orang tua harus memberikan edukasi kepada anak-anak dalam menggunakan media sosial. Sebab, sebagaimana diketahui, belakangan ini linimasa media sosial dipenuhi dengan hujatan, ejekan, fitnah, dan juga adu domba.

Hati-hati dalam menggunakan media sosial. Saya ingin mengajak, marilah kita bersama-sama memberikan pelajaran kepada anak-anak kita, mengedukasi anak-anak kita. Karena kalau saya lihat dalam sebulan belakangan ini yang ada di media sosial adalah saling menghujat, saling mengejek, saling menjelekkan, saling memaki, saling fitnah, saling mengadu domba, tegasnya.

Ini fakta yang harus saya sampaikan. Banyak berita-berita bohong. Itu bukan nilai-nilai Islami kita, itu bukan tata nilai ke-Indonesiaan kita. Karena tata nilai kita adalah budi pekerti yang baik, nilai-nilai sopan santun, ungkapnya.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here