(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah terjadi gempa bumi pada pukul 03.36 WIB dengan kekuatan Magnitute 6,4 Skala Richter (SR) dengan pusat gempa terletak di darat pada jarak 106 kilometer arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 kilometer.
Menanggapi bencana tersebut, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh aparat untuk bergerak sesuai dengan otoritas masing-masing untuk membantu korban gempa, selain itu juga Presiden Jokowi akan mengutus Kepala Staf Presiden Teten Masduki untuk meluncur ke Aceh.
Presiden sampaikan akan terus mengikuti perkembangan dari penanganan korban gempa di Pidie Jaya tersebut, termasuk dengan mengirimkan langsung Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke Aceh untuk memantau langsung penanganan terhadap korban gempa, ungkapnya usai menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/12).
Gempa yang mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan rusak berat, terdapat korban jiwa, sampai dengan pukul 11.00 Wib tadi tim SAR telah menemukan 25 korban tewas dan 26 orang luka berat, ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.
Disamping itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adhy Karyono sampaikan bahwa Kementerian Sosial bergerak cepat dengan mengerahkan Tagana untuk menyisir dan mengevakuasi korban meninggal maupun luka untuk meringankan beban para korban Gempa, telah diterjunkan pula dapur umum lapangan (dumlap).
Pembentukan dapur umum ini sangat penting karena para korban gempa di Aceh belum bisa melakukan aktivitas memasak. Untuk satu dumlap bisa menyediakan hingga 1000 porsi makanan, ungkapnya
Selain itu, Adhy juga mengatakan bahwa untuk korban meninggal akan diberikan santunan kematian sebesar Rp15 juta per orang, sementara korban luka maksimum Rp5 juta per orang.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa sendiri menyampaikan rasa simpati kepada para korban gempa. Dirinya berharap agar seluruh keluarga para korban gempa bumi diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.
Mensos menegaskan, Pemerintah Daerah menjadi komandan untuk penanganan bencana. Sementara Kementerian Sosial mendukung dengan penyiapan logistik jika kondisi sudah darurat dan tidak lagi mampu ditangani daerah.
Apabila dalam kondisi darurat, bupati/wali kota dapat mengeluarkan SK darurat sehingga dapat dikeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 100 ton, gubernur dapat mengeluarkan hingga 200 ton selebihnya jika CBP tersebut telah digunakan maka di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Mensos.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









