
(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah prioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi antar kota, antar kabupaten, antar provinsi, antar pulau dan antar wilayah serta daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Pemerataan pembangunan serta mempersempit ketimpangan antar kota, antar desa, antar daerah dengan daerah, antar wilayah dengan wilayah di seluruh pelosok tanah air itulah yang menjadi tujuannya.
Dalam rapat terbatas pengembangan tol laut dengan pos logistik dan jembatan udara, Presiden Jokowi tegaskan membangun konektivitas bukan hanya semata-mata membangun infrastruktur transportasi, tapi juga terkait dengan sistem logistik dan distribusi multi moda.
Tidak cukup hanya membangun pelabuhan dan bandara, tidak cukup hanya menyediakan angkutan barang di laut maupun di udara dengan kewajiban mengangkut barang-barang kebutuhan pokok dari dan ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan daerah perbatasan, ungkap Presiden, Kamis (5/1).
Pemerintah memastikan barang-barang yang diangkut melalui tol laut maupun jembatan udara bisa sampai ke daerah-daerah pedalaman, daerah-daerah terpencil, dan pulau-pulau terluar. Karena saudara-saudara kita di daerah tersebut bukan hanya harus membayar dengan harga yang berlipat, berpuluh kali lipat lebih mahal dengan yang ada di Jawa, namun juga sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok.
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar moda tol laut maupun jembatan udara ini harus betul-betul terintegrasi bukan hanya dengan kawasan industri, namun juga dengan sentra-sentra logistik.
Presiden menekankan program tol laut dan jembatan udara harus mampu menggerakkan ekonomi daerah, sehingga, lancar konektivitas antar daerah, tidak hanya membawa barang ke daerah pedalaman, terpencil, dan terdepan. Tapi sebaliknya, juga harus mampu mengangkut balik barang-barang yang dihasilkan daerah-daerah tersebut ke daerah-daerah yang lain di seluruh pelosok tanah air.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








