Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi kuartal IV periode bulan Oktober – Desember 2016 mencapai Rp 159,4 triliun meningkat 9,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015.
Nilai investasi tersebut bersumber dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang meningkat 25,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 atau sebesar Rp 58,1 triliun. Sedangkan penanaman modal asing (PMA) meningkat 2,1% atau mencapai Rp 101,3 triliun.
Realisasi investasi PMDN, dari Januari-Desember meningkat 20,5% sebesar Rp216,2 triliun, sedangkan realisasi investasi PMA naik 8,4% sebesar Rp396,6 triliun.
Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis mengatakan dengan tambahan capaian kuartal IV tersebut, maka realisasi investasi sepanjang 2016 mencapai Rp612,8 triliun, meningkat 12,4% dibanding periode sama tahun 2015 sebesar Rp545,4 triliun, jelasnya, Rabu (25/1).
Azhar sampaikan, berdasarkan capaian realisasi investasi PMDN dan PMA 2016 tersebut, melampaui target sebesar 3%, sebesar Rp 612,8 triliun, sementara target Rp 594,8 triliun.
Hal ini disebabkan kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia, serta prospek pertumbuhan ekonomi kedepannya, ditambah dengan kinerja investasi yang tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan regional, dan juga peningkatan penyerapan lapangan kerja.
Dari peningkatan investasi tersebut, ada 5 negara peringkat tertinggi, Singapura menduduki peringkat pertama negara yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia pada 2016. Berdasarkan Data BKPM menyebutkan investasi asal Singapura sebesar USD 9,17 miliar dengan 5.874 proyek.
Yang kemudian dilanjutkan oleh Jepang dengan investasi USD 5,40 miliar sebanyak 3.302 proyek dan Tiongkok USD 2,66 miliar 1.734 proyek. Sementara nilai investasi terbesar keempat diduduki oleh Hongkong dengan nilai investasi sebesar USD 2,24 miliar dengan 1.134 proyek, kelima Belanda dengan nilai investasi sebesar USD 1,47 miliar dengan 840 proyek.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








