Pemerintah Bangun 4 Flyover di Kabupaten Tegal dan Brebes Antisipasi Kemacetan

0
2009
Ilustrasi Infrastruktur. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bangun empat jalan layang (flyover) yang akan selesai pada pertengahan Juni 2017 mendatang.

Pembangunan 4 flyover yang akan digunakan saat mudik Lebaran 2017 ini yaitu Klonengan-Prupuk, Dermoleng-Ketanggungan, Kretek-Paguyungan dan Kesambi sejauh ini masih sesuai rencana.

Pembangunan flyover Dermoleng-Ketanggungan sepanjang 500 meter ditangani oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO dengan nilai kontrak Rp 64 miliar. Saat ini pengerjaan masih berupa pengecoran pilecap dan bored pile.

Sementara itu, untuk Flyover Klonengan-Prupuk sepanjang 1.011 meter, ditangani oleh kontraktor PT Hutama Karya dengan nilai kontraknya mencapai Rp 112 miliar. Saat ini tengah dilakukan pekerjaan abutmen jembatan rangka, pengerjaan bored pile dan persiapan badan jalan trase.

Kemudian untuk flyover Kesambi dengan panjang 470 meter ditangani oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 58 miliar. Terakhir flyover Kretek dengan panjang 700 meter yang juga ditangani oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 82 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa secara keseluruhan progres masih sesuai rencana awal dengan sedikit keterlambatan. Tetapi komitmen penyelesaian tetap seperti yang ditentukan yaitu bulan Juni 2017, ungkapnya, Rabu (15/2) lalu.

Setiap hari terdapat 72 kali perlintasan kereta api yang memakan waktu lima menit perlintasannya atau sekitar 6 jam per hari, tetapi terjadi peningkatan pada saat arus mudik yang mencapai 92 kali perhari atau lebih dari tujuh jam pemberhentian dalam sehari.

Menteri Basuki ungkapkan bahwa sampai dengan saat ini, progres untuk flyover Dermoleng telah mencapai 8,8%, Klonengan 11,9%, Kesambi 6,2% dan Kretek 2,3%. Sedangkan dari segi desain dan peralatan telah matang, tetapi agak terhambat dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi dalam 2 minggu terakhir.

Untuk mempercepat pembangunan tersebut, pihaknya meminta agar pekerjaan dalam proyek dikerjakan dalam 2 shift kerja yaitu siang dan malam. Selain itu juga masih terdapat 7 bidang lahan yang sampai dengan saat ini masih dalam proses pembebasan lahan dan rencananya akan selesai pada akhir bulan Februari ini, ungkap Basuki.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here