Kerjasama Ekonomi Perkuat Hubungan Negara di Kawasan Samudera Hindia

0
993
Presiden Joko Widodo membuka IORA Business Summit 2017, Senin 6 Maret 2017 di Jakarta Convention Center. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kawasan Samudera Hindia menyimpan potensi strategis untuk pengembangan bisnis global. FOTO : BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Konferensi Tingkat Tinggi IORA yang diselenggarakan pada Selasa, 7 Maret 2017, kemarin telah usai. Negara-negara anggota IORA telah berkomitmen untuk memajukan kawasan Samudra Hindia melalui butir kesepakatan yang dituangkan dalam Jakarta Concord.

Di sela perhelatan KTT IORA tersebut, pemerintah Indonesia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan sejumlah negara anggota. Kerja sama bilateral tersebut disepakati usai Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Bangladesh Seikh Hasina, Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, Presiden Mozambik Filipe Jacinto Nyusi, Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari, dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Usai pertemuan bilateral, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan bahwa inti dari sejumlah pertemuan bilateral tersebut adalah peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Saat bertemu dengan Perdana Menteri Bangladesh Seikh Hasina misalnya, Darmin mengatakan bahwa Indonesia memperoleh surplus dalam perdagangan yang dilakukan kedua negara.

“Mereka memesan lagi gerbong kereta api sebanyak 200 gerbong. Di saat yang sama mereka juga menawarkan industri farmasi yang terjangkau dan bagus, ingin kerja sama,” ujar Darmin di Jakarta Convention Center.

Pertemuan bilateral lainnya dilakukan antara Indonesia dengan Mozambik. “Mozambik adalah negara maritim tapi mereka kuatnya di pertanian, di kapas. Banyak tadi pembicaraan soal itu dan kita juga membicarakan mengenai illegal fishing di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai hasil pembicaraan dengan Yaman terungkap bahwa negara yang sebelumnya dilanda perang tersebut meminta bantuan dan kerja sama dari pemerintah Indonesia untuk membangun kembali negaranya. Pengusaha-pengusaha Indonesia diundang untuk berinvestasi di Yaman.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, AM Fachir, menyatakan bahwa Indonesia mendorong terjadinya rekonsiliasi politik di Yaman. Indonesia sendiri berharap agar Yaman menemukan solusi damai yang tentunya juga diharapkan oleh dunia internasional.

“Kita memberikan dorongan rekonsiliasi politik di Yaman karena untuk rekonstruksinya kita senang hati untuk berkontribusi. Mereka sedang mengupayakan solusi damai yang komprehensif dan itu harapan kita semua,” ujarnya.

Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran menghasilkan kepastian realisasi kerja sama yang telah disepakati sebelumnya seperti pengelolaan ladang minyak Iran oleh Indonesia. Sistem transaksi keuangan kedua negara juga sempat disinggung dalam pertemuan tersebut. “Mereka juga menginginkan supaya ada sistem banking yang langsung. Tidak melalui negara ketiga seperti yang terjadi sekarang supaya bisa lebih cepat,” kata Darmin.

Sementara pertemuan dengan Wakil Presiden India membicarakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke India pada tahun lalu. India telah mengutus para pengusaha dan menterinya untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang farmasi dengan Indonesia. (em)

Journalist : Rully                                                                                                                                                   Editor      : Mark Sinambela                                                                                                                                Source      : Setpres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here