Pemerintah Kerjasama dengan JICA Atasi Penurunan Tanah di Jakarta

0
899

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjalin kerja sama dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), sebagai upaya mencegah dampak buruk dari penurunan tanah di Jakarta.

Saat ini, penurunan permukaan tanah di Jakarta telah menyentuk kisaran angka 5-12 sentimeter per tahun. Terkait ketahanan lingkungan di ibu kota, hal ini tergolong sangat mengkhawatirkan.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan kerja sama ini dilakukan agar JICA dapat melakukan penyelidikan dan monitoring, sehingga pihak PUPR dapat bergerak lebih cepat untuk mencari penyebab dan menyusun strategi spesifik dalam menyelesaikan land subsidence di Jakarta, ungkapnya Rabu (5/4).

Imam sampaikan salah satu faktor yang paling signifikan terhadap terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta adalah penggunaan air tanah yang berlebihan, baik untuk kepentingan industri, perkantoran maupun rumah tangga.

Ditambah lagi, pembangunan yang berlangsung pesat di ibu kota juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permukaan tanah. Untuk itu, pemerintah sedang mempercepat realisasi program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) melalui pembangunan tanggul laut raksasa karena situasinya permukaan air laut sekarang lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah, terang Imam.

Disamping itu, Chief Representative JICA untuk Indonesia, Naoki Ando sampaikan pokok persoalan penurunan permukaan tanah di Jakarta memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Tokyo dan Osaka. Naoki menuturkan, langkah utama yang perlu dilakukan adalah mencari titik-titik rawan lapisan tanah yang mengalami penurunan.

Untuk itu diperlukan, kajian penelitian selama tiga tahun dalam mencari titik-titik rawan serta berbagai faktor penyebab agar bisa memperoleh gambaran strategi yang spesifik dalam penanganannya.

Untuk mengantisipasi masalah ini, pemerintah akan melakukan penguatan regulasi dan infrastruktur melalui penguatan regulasi dalam penggunaan air tanah dan pembangunan, ungkap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tuty Kusumawati.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here