
(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah administratif khusus Hong Kong bersepakat menandatangani nota kesepahaman bersama terkait upaya perlindungan buruh migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Hong Kong.
Penandatanganan nota kesepahaman bersama tersebut mengenai kerja sama di bidang ketenagakerjaan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Secretary Labor Hong Kong, dan penandatanganan nota kesepahaman di bidang kebudayaan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Secretary for Home Affairs Hong Kong.
Melalui pertemuan yang berlangsung di Drawing Room Government House Hong Kong, Presiden Joko Widodo dengan Chief Executive Hong Kong Leung Chun-Ying, keduanya membicarakan masalah perlindungan tenaga BMI di Hong Kong.
Presiden Joko Widodo sampaikan bahwa dirinya menyambut baik adanya nota kesepahaman yang memperkuat perlindungan terhadap BMI tersebut, ungkapnya, Senin (1/5).
Presiden Jokowi mengatakan terdapat sekitar 172.826 warga negara Indonesia yang kini bermukim di Hong Kong dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah administratif tersebut.
Disamping itu, Chief Executive Hong Kong Leung Chun-Ying menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Hong Kong. Ia berharap hubungan yang diperkuat tidak hanya hubungan pemerintah dengan pemerintah (G to G), tapi juga business to business (B to B) dan tidak kalah pentingnya adalah hubungan people to people, terang Chun-Ying.
Ditambah dengan sektor perdagangan dan investasi yang merupakan hal penting yang perlu terus ditingkatkan karena posisi Hong Kong sebagai Hub yang berhubungan dengan Tiongkok daratan dan dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Chun-Ying menyampaikan komitmen pemerintah Hong Kong untuk meningkatkan perhatian dan perlindungan terhadap BMI. Indonesian workers are part of our community, terang Chun-Ying.
Sementara di bidang perdagangan dan investasi, Presiden menyampaikan bahwa Hong Kong kini merupakan penyumbang investasi asing terbesar ke-4 di Indonesia. Nilai investasi Hong Kong di Indonesia tercatat sebesar USD 2,25 milyar pada tahun 2016, meningkat lebih dari dua kali lipat nilai investasi pada tahun 2015 sebesar USD 691,2 juta.
Di bidang perdagangan, total nilai perdagangan kedua belah pihak meningkat dari USD 3,87 milyar pada tahun 2015 menjadi USD 3,91 milyar di tahun 2016. Presiden Jokowi berharap dengan berdirinya Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) di Jakarta akan berkontribusi terhadap meningkatnya transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Hong Kong, termasuk investasi sektor industri kreatif Hong Kong ke Indonesia.
Pemerintah Indonesia berkeinginan melanjutkan perbaikan iklim usaha yang kondusif, untuk itu Presiden meminta agar Chief Executive Hong Kong Leung Chun-Ying dapat mendorong sektor bisnis di Hong Kong untuk berinvestasi di proyek infrastruktur di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa, terang Presiden Jokowi.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








