Presiden Jokowi Dorong Jajarannya Tinggalkan Pola Lama dan Rutinitas, Capai Tujuan Sektor Maritim

0
763
Presiden Joko Widodo meresmikan Rapat Koordinasi Nasional bidang Kemaritiman di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Kamis 4 Mei 2017. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo memberikan arah mengenai tujuan sektor maritim Indonesia di masa mendatang melalui peningkatan infrastruktur kelautan.

Langkah tersebut adalah melalui tol laut sebagai jalur transportasi laut bagi sejumlah komoditas khususnya di bidang infrastruktur maritim, utamanya bagian Timur, untuk dapat terhubung sehingga mampu menekan harga komoditas.

Di Indonesia bagian Timur sudah dirasakan oleh masyarakat adanya penurunan harga 20-25%. Menurut Presiden, angka tersebut merupakan penurunan yang cukup tinggi. Tetapi nantinya apabila rute dan trayek ini semakin banyak, pemerintah yakin bahwa turunnya harga-harga ini akan menjadi semakin lebih baik lagi, jelas Presiden dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) di Sasana Kriya, Kamis (4/5).

Selain tol laut, pemerintah juga mengembangkan dan membangun pelabuhan-pelabuhan baru di Indonesia. Terkini, Pelabuhan Tanjung Priok sudah mampu melayani kapal-kapal besar yang memiliki kapasitas lebih dari 10 ribu TEUs.

Selama berpuluh-puluh tahun, kapal-kapal berkapasitas besar tersebut belum pernah merapat di pelabuhan Indonesia. Artinya nanti juga akan ada penurunan biaya logistik dan transportasi. karena kita tidak usah transit ke negara-negara yang lain. Jadi bisa langsung masuk ke negara tujuan, terang Presiden.

Menurutnya hal ini hanyalah sebuah permulaan. Apabila pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia dapat berkonsolidasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik, ia meyakini bahwa ke depan akan semakin banyak kapal-kapal besar lainnya yang ikut merapat di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Sementara di Sumatera Utara, juga tengah dibangun pelabuhan besar lainnya di Kuala Tanjung. Presiden berharap agar pembangunan tersebut dapat segera diselesaikan pada tahun ini agar dapat mengejar ketertinggalan di bidang transportasi laut dengan negara lainnya.

Kemungkinan besar Kuala Tanjung ini akan dikerjasamakan antara Pelindo, Rotterdam Port, dan juga untuk logistiknya dengan Dubai Port. Gabungan-gabungan seperti itu akan menjadikan kekuatan besar kita, jelas Presiden.

Untuk mencapai tujuan sektor maritim tersebut, Presiden kembali mengingatkan jajarannya agar dapat meninggalkan rutinitas dan pola-pola lama dalam bekerja. dan berfokus pada industri kemaritiman seperti galangan kapal, jasa pelayaran, dan juga hilirisasi industri.

Perlu diketahui bahwa potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan ini USD 1,33 triliun atau setara dengan Rp19 ribu triliun lebih. Ini sebuah potensi yang sangat besar. Tetapi kalau pengelolaannya hanya rutinitas, monoton, dan tidak melakukan terobosan-terobosan, jangan harap angka ini bisa kita dapatkan, tegas Presiden.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here