
(Vibizmedia – Nasional) Ditengah-tengah cepatnya perubahan yang terjadi di dunia, pemerintah mengharapkan agar mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi bangsa.
Dalam kunjungan kerjanya ke Palu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa energi kaum muda khususnya mahasiswa sebaiknya disalurkan untuk berinovasi demi kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk saling menghujat satu sama lain.
Bangsa Indonesia memiliki keragaman yang merupakan sebuah kekuatan. Untuk itu, Presiden menekankan untuk selalu menjaga dan merawat keanekaragaman kita. Bangsa mana yang seberagam kita? Enggak ada. Inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita dan harus dirawat dan kita jaga, terang Presiden, di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5).
Kembali ditegaskan Presiden bahwa budaya saling hujat dan menjelek-jelekkan sangat tidak produktif. Di negara lain orang berlomba-lomba menciptakan inovasi dalam berbagai hal terutama di bidang teknologi.
Dunia sekarang ini berubah sangat cepatnya, setiap detik berubah, setiap menit berubah, setiap jam berubah, sangat dinamis. Perubahan itulah yang harus kita ikuti kalau tidak ingin ditinggal, terang Presiden.
Presiden menceritakan ketika dirinya pernah mengingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena mengurus cantrang bertahun-tahun tidak selesai. Negara lain sudah berpikir bagaimana membangun offshore aquaculture, budidaya ikan di tengah laut.
Presiden juga meyakini bahwa banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik. Sehingga ia mendorong anak muda untuk tidak hanya terjun ke dunia politik, melainkan menjadi pengusaha yang dapat menciptakan ide-ide baru.
Kesempatan tersebut, dirinya sampaikan agar para mahasiswa tidak hanya bermimpi untuk jadi politisi. Bermimpilah misalnya menjadi pengusaha, entrepreneur. Karena baru 1,6%, normalnya di atas 5% dengan gagasan-gagasan besar kita. Jadi developer software, aplikasi, animasi, games, ke depan alurnya ada disitu, ungkap Presiden.
Untuk itu, pemerintah sedang mempersiapkan agar sumber daya manusia (SDM) yang siap tarung, siap berkompetisi dan siap bersaing. Tanpa itu akan ditinggal karena perubahan itu sangat cepat sekali.
Saat ini, pemerintah juga terus berupaya mengejar ketertinggalan itu, di bidang infrastruktur misalnya, pemerintah tengah membangun jalur kereta di Sulawaesi, jalan tol di Sumatera dan Trans Papua. Juga perhatian kepada pulau-pulau kecil yang memerlukan pelabuhan kecil agar kapal dapat berlabuh sehingga dapat menjual hasil bumi seperti kopra, cengkeh dan lada dengan harga yang lebih baik.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








