Pemerintah Bangun Anjungan Cerdas di Jalan Nasional, Guna Kenyamanan dan Mengurangi Kecelakaan Pengendara

0
985

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengembangkan potensi ekonomi kawasan secara lebih optimal, guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan peningkatan pelayanan publik pada jalan nasional dengan membangun anjungan Cerdas sebagai bentuk inkubasi.

Berdasarkan penelitian Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR, setiap pengguna jalan membutuhkan istirahat setelah berkendara selama empat jam. Kondisi prima dibutuhkan pengendara agar tingkat konsentrasi dalam berkendara terjaga yang dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Pada umumnya pengendara di kota-kota besar memanfaatkan tempat istirahat atau rest area di jalan tol yang memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti SPBU, toilet, ATM, restoran dan lainnya. Sementara di jalan nasional, tempat istirahat tidaklah selengkap jalan tol, kecuali tempat makan/warung-warung yang terbatas fasilitasnya di pinggir jalan.

Anjungan Cerdas (AC) merupakan “rest area” multifungsi di jalan nasional yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung dan dikemas secara modern, mulai dari tempat makan, pusat informasi, gerai traveler/ATM, ruang terbuka hijau, amphi teater, sarana edukasi, serta gerai produk lokal unggulan.

Sejak akhir tahun 2016 lalu, Kementerian PUPR melalui BPIW  tengah membangun 2 Anjungan Cerdas (AC) yaitu di Rambut Siwi, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali dan Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

Keduanya menjadi proyek percontohan (inkubasi) pembangunan AC yang dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan perjalanan serta mengurangi kecelakaan lalu lintas pada jalan nasional yang traffic nya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kedua AC ini dikembangkan mengadopsi dari rest area di Jepang yang disebut Michino-Eki.

Trenggalek dipilih untuk lokasi pembangunan AC karena merupakan salah satu jalur terpanjang di kawasan selatan Jawa mulai dari Yogyakarta-Malang dan Yogyakarta-Surabaya.

Melalui pembangunan ini, dapat mendorong pengembangan kawasan pesisir selatan Jawa. Sesuai tujuan dan fungsinya kelak, lokasi AC merupakan lokasi yang paling bagus untuk menikmati pemandangan Bendungan Tugu.

Sementara AC Bahari Rambut Siwi berada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Denpasar ke Gilimanuk. Sampai dengan saat ini, pembangunan kedua AC berjalan lancar dan tanpa kendala yang berarti.

Untuk progres pembangunan konstruksi AC Rambut Siwi telah mencapai 50% dan AC Bendungan Tugu dengan progres fisik 10%. Diitargetkan AC di Bendungan Tugu mencapai 60% pada akhir tahun 2017 ini, ungkap Kepala BPIW Kementerian PUPR Rido Matari Ichwan, Jumat (19/5).

Pembangunan yang dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar ini, AC Rambut Siwi ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 67,5 miliar dengan target penyelesaian pada Mei 2018. Sedangkan AC Bendungan Tugu berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektar dengan biaya Rp 56,8 miliar dan juga ditargetkan selesai pada Mei 2018.

Selain itu, Kementerian PUPR juga mendapatkan usulan pembangunan Anjungan Cerdas dari beberapa daerah seperti, Labuan Bajo, Makale-Tana Toraja, Magelang-Jawa Tengah dan Labuan Kayangan-Lombok. Rido menjelaskan tidak menutup kemungkinan membangun AC di jalan tol apalagi jalan tol yang semakin panjang.

Dengan adanya AC ini dapat menjadi tempat istirahat untuk meningkatkan keselamatan pemakai jalan nasional dan diharapkan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas yang mencapai 30.000 korban jiwa per tahun, juga menjadi lokasi pengenalan dan pemasaran berbagai produksi dan budaya lokal kepada pengguna jalan nasional.

 

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here