Bangun 4 Flyover Senilai Rp 350 Miliar di Jateng, Pangkas Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2017

0
1119
Ilustrasi Infrastruktur. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka empat flyover perlintasan kereta yang dibangun di Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah pada 15 Juni 2017 mendatang.

Keempat flyover tersebut yaitu Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Kesambi yang berada pada ruas jalan Tegal – Purwokerto yang menjadi jalur kendaraan dari Pantura menuju lintas tengah dan selatan Jawa.

Waktu tempuh untuk melewati empat perlintasan sejauh 60 kilometer pada hari biasa mencapai 4 jam dan saat mudik Lebaran dapat mencapai 14-16 jam. Melalui keempat flyover arus mudik Lebaran dengan kondisi traffic dapat ditempuh dalam 5-6 jam.

Setiap harinya terdapat 70 kali perlintasan kereta api, dimana setiap melintas memakan waktu 4 menit atau per harinya mencapai 4-5 jam untuk penutupan jalan. Ketika arus mudik, terjadi peningkatan perlintasan kereta api menjadi sekitar 92 kali perhari atau berkisar 6 jam pemberhentian dalam sehari.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pada tanggal 15 atau 16 Juni sudah bisa dipakai, open traffic untuk arus mudik, khusus fly over Klonengan sudah sampai tahap penyelesaian untuk dapat beroperasi penuh, terang Basuki, Sabtu (10/6).

Keempat flyover tersebut memiliki total panjang 2,8 kilometer dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 350 miliar dimana biaya konstruksi sebesar Rp 316 miliar dan sisanya kontrak supervisi.

Untuk mempercepat pembangunan flyover perlintasan kereta api tersebut pihak Kementerian PUPR menggunakan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP). CMP merupakan pengembangan dari teknologi Corrugated Steel Arch oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Balitbang Kementerian PUPR.

Selain itu, keunggulan dari teknologi CMP di antaranya dapat menghemat biaya hingga 70% dan juga dapat menghemat waktu pengerjaan hingga 50%. Ditambah lagi CMP ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit material konstruksi, terang Menteri Basuki.

Disamping itu, percepatan pembangunan ke empat flyover ini, pekerjaannya dilakukan kontinu selama 24 jam, sedangkan untuk pembangunan Flyover Dermoleng sepanjang 500 meter ditangani oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO dengan nilai kontrak Rp 64 miliar.

Untuk flyover Klonengan sepanjang 1.050 meter senilai Rp 112 miliar ditangani oleh kontraktor PT Hutama Karya, flyover Kesambi dengan panjang 470 meter senilai Rp 58 miliar ditangani oleh PT Brantas Abipraya, flyover Kretek dengan panjang 700 meter senilai Rp 82 miliar ditangani oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here