Inovasi Perbankan Nasional, Kunci Menghadapi Masa Depan

0
709

(Vibizmedia-Jakarta) Di era keterbukaan semua pelaku usaha termasuk bank nasional harus siap bersaing dengan pemain internasional.

Presiden Jokowi sampaikan lebih baik bank internasional berada di Indonesia dari pada nasabah kita menaruh dana di luar negeri, terangnya, Kamis (15/3).

Maka perbankan nasional harus mampu memenangi persaingan. Perbankan nasional juga harus makin kreatif menciptakan produk dan memberikan layanan yang menarik dan mampu memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam dan canggih.

Saat ini, Presiden menggambarkan, mobilitas orang maupun dana ke negara lain sangat mudah. Ke Singapura, misalnya. Di sana dengan mudahnya warga asing membuka rekening atau melakukan transaksi perbankan dan investasi.

Oleh karena itu, tak ada pilihan lain bagi perbankan nasional selain bersikap terbuka dan siap berkompetisi dengan bank-bank internasional yang masuk dan berada di Indonesia.

Sudah sering saya tekankan, mau tidak mau, suka tidak suka, kita hidup di era keterbukaan dan kompetisi yang sangat ketat. Kita berada pada era transisi perubahan yang cepat juga, terang Presiden.

Saat ini, Presiden menggambarkan, mobilitas orang maupun dana ke negara lain sangat mudah. Ke Singapura, misalnya. Di sana dengan mudahnya warga asing membuka rekening atau melakukan transaksi perbankan dan investasi.

Untuk itu, perbankan Indonesia harus mampu mencari dan menyiapkan inovasi-inovasi terkini yang dapat memajukan dunia perbankan nasional karena persaingan bisa datang dari mana saja, tidak hanya dari perbankan.

Itulah salah satu poin penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada sejumlah pimpinan bank umum di Indonesia hari ini.

Presiden meminta mereka untuk tidak berdiam diri terhadap perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi. Dirinya memberikan contoh sebuah perubahan drastis yang terjadi di Tiongkok beberapa waktu terakhir.

Di Tiongkok, tahun 2013, diam-diam Alibaba meluncurkan sebuah produk tabungan. Saya kira pada tahu namanya Yu’e Bao. Saat itu bank-bank konvensional di sana tenang-tenang saja, ungkapnya.

Alibaba selama ini dikenal sebagai sebuah perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Sebagaimana penjelasan Presiden, perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma tersebut kemudian menjejakkan kakinya dalam industri perbankan.

Tak butuh waktu lama bagi Yu’e Bao untuk berkembang pesat. Hanya butuh waktu sekitar empat tahun baginya untuk mengungguli kompetitornya di sana.

Dalam waktu yang hanya empat tahun, Yu’e Bao melejit dan sekarang menjadi produk tabungan terbesar di dunia, jelas Presiden.

Di tahun 2017 lalu, Yu’e Bao mengelola dana sekitar USD 160 miliar. Jumlah tersebut bahkan melampaui perusahaan perbankan J.P. Morgan & Co yang hanya mengelola USD150 miliar.

Dari cerita tersebut, Presiden sampaikan bahwa apa yang sebenarnya menjadi kunci sukses dari Alibaba di sektor perbankan tersebut adalah pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman serta integrasi dengan produk lain yang semakin memudahkan merupakan kunci yang ia maksud.

Alibaba memasukkan Yu’e Bao langsung ke dalam aplikasi mobilenya dan diintegrasikan dengan yang namanya Alipay, sistem pembayaran Alibaba. Begitu terintegrasi langsung melejit, jelasnya.

 

Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here