Raih Kesempatan, Perbankan Dituntut Lakukan Perubahan Dan Berani Mengambil Risiko

0
655

(Vibizmedia-Jakarta) Ketidakpastian global di era teknologi dan globalisasi ini akan selalu ada. Di tengah ketidakpastian itu, zona aman maupun nyaman dinilai hanyalah sebuah ilusi. Saat dunia berubah, maka kita pun dituntut untuk turut berubah.

Dihadapan pimpinan bank-bank nasional di Istana Negara, Kamis (15/3) Presiden Joko Widodo sampaikan risiko paling gawat adalah ketika tidak berani ambil risiko.

Dunia bisnis penuh dengan risiko. Perbankan yang merupakan salah satu sektor bisnis juga memiliki risiko. Hal itu diakui sendiri oleh Presiden Jokowi.

Kalau kita bicara perbankan dan sektor keuangan, mau tidak mau suatu saat kita harus berbicara mengenai risiko, ungkapnya.

Dari sekian banyak risiko yang ada, risiko terbesar yang harus dihadapi ialah keengganan banyak pihak untuk mengambil risiko. Hal itulah yang banyak dilihat di tahun 2017 kemarin, salah satunya di sektor keuangan.

Memang perbankan harus prudent dan hati-hati, ya saya setuju. Tapi kalau kita tidak berani mengambil risiko, selesai sudah kalau dalam bisnis. Pasti akan mati. Atau mungkin mati pelan-pelan, tapi tetap mati, tegasnya.

Baik itu di bisnis maupun politik, risiko akan selalu ada. Namun menurutnya, bila kita berani mengambil risiko, maka akan selalu ada kesempatan dan kemungkinan.

Yang namanya mengambil sebuah keputusan artinya mengambil sebuah risiko. Di bisnis dan politik, sama saja. Sebagai pimpinan, ambil sebuah risiko. Mengambil sebuah keputusan, artinya mengambil risiko. Kalau menghindari risiko, artinya menghindar mengambil keputusan, jelas Presiden Jokowi.

Presiden meminta dunia usaha khususnya perbankan untuk tidak selalu wait and see saat menghadapi ketidakpastian. Sebab, ketidakpastian dan perubahan akan selalu ada.

Orang berkata wait and see tiap tahun kita wait and see terus karena memang berubah terus, jelas Presiden

Presiden berpesan, di saat dunia berubah, kalau kita tidak mengikuti perubahan, kita akan mati perlahan. Apalagi perubahan sekarang dirasa begitu cepat. Perbankan pun dituntut untuk berubah dan berani menerjang risiko untuk meraih kesempatan yang ada.

 

Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here