(Vibizmedia-Nasional) Setiap tanggal 1 November diperingati sebagai Hari Inovasi Indonesia (HII). Bertepatan dengan itu, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh kalangan untuk berinovasi. Bukan hanya anak-anak muda, kali ini adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurut Presiden, sudah bukan zaman lagi kayak dulu-dulu BUMN bisa duduk dengan tenang, merasa sudah berada pada posisi nyaman.
Perubahan-perubahan ini bisa menggerus kalau kita tidak hati-hati merespons setiap perubahan, ungkap Presiden dalam acara peresmian kawasan The Telkom Hub di Jakarta Selatan pada Kamis (1/11) kemarin.
Dirinya menggambarkan bahwa perubahan itu begitu nyata dan berdampak luas. Ia memaparkan kondisi perusahaan-perusahaan multinasional terbesar menurut kapitalisasi pasar pada 11 tahun lalu yang kini sangat berbeda.
Sebelas tahun lalu, menurut data yang didapat Presiden, hanya ada satu perusahaan teknologi yang masuk ke dalam daftar 10 perusahaan terbesar di dunia. Namun kini, kondisi tersebut berubah dengan 5 perusahaan teknologi masuk ke dalam daftar tersebut.
Tadi hanya salah satu contoh kecil bagaimana kemajuan teknologi sudah mengubah dunia kita. Revolusi industri 4.0 sedang terjadi dalam proses terus membawa perubahan yang sangat dahsyat dan cepat, jelasnya.
Kunci dari keberhasilan sejumlah perusahaan teknologi tersebut ialah cermat memantau perubahan, berani mengambil peluang sekecil apapun, serta cepat merespons situasi.
Kalau masih ada BUMN yang lamban tinggal menunggu waktu ditinggal. Saya titip, perubahan begitu cepat, segera respons setiap perubahan. Sekali lagi, yang cepat akan mengalahkan yang lambat, tegasnya.
Selain itu, inovasi juga harus terus dilakukan, baik oleh kalangan BUMN maupun swasta. Perubahan-perubahan global yang ada menuntut perubahan cepat agar dapat bertahan dalam kompetisi yang semakin ketat. Pilihannya hanya dua, inovasi atau ditinggal. Hanya itu saja, ungkap Presiden.
Untuk itu, setiap negara harus dapat mengantisipasi perubahan yang sangat cepat, tidak terkecuali Indonesia.
Karenanya, siapakah yang dapat merespons dengan cepat perubahan-perubahan itu di Tanah Air? Pertanyaan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bertemu dengan milenial BUMN di Telkom Landmark Tower di Kawasan Telkom Hub, Jakarta pada Kamis (1/11) semalam .
Tidak ada yang lain yang bisa merespons, beradaptasi secara cepat dengan perubahan-perubahan ini adalah yang ada di depan saya ini (milenial BUMN), ungkap Presiden.
Dirinya meminta agar para milenial BUMN merespons perubahan yang terjadi dengan cepat. Saya pesankan di sini adalah kecepatan perubahan ini, agar saudara-saudara betul-betul respons secepat-cepatnya. Kalau tidak, negara ini, negara kita, bangsa ini akan tertinggal oleh negara-negara lain, ungkapnya.
Selain itu, Presiden juga mengingatkan milenial BUMN untuk bijak menggunakan media sosial dan digunakan untuk kebaikan.
Sehingga betul-betul memberi manfaat kepada bangsa kita, negara kita. Jangan sampai yang muncul di media sosial ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks, tegasnya.
Perlunya standar moralitas yang tinggi dalam menyambut kehadiran teknologi agar bermanfaat. Teknologi yang datang ini harus diikuti dengan standar moralitas yang lebih tinggi dari teknologi itu sendiri.
Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela









