(Vibizmedia-Commodity) Mengakhiri perdagangan pasar komoditas internasional awal pekan beberapa jam lalu hari Selasa (19/02), harga komoditas dan energy seperti minyak mentah dan logam seperti emas yang dipantau Vibiz Research bergerak lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya yaitu akhir pekan lalu disaat harga komoditas tersebut ditutup menguat.
Melewati dinamika pergerakan dolar AS yang sedang defensif terhadap banyak rival utamanya, kedua komoditas diburu karena berdenominasi dolar. Kemudian kekuatan perdagangan saham global juga mengangkat harga minyak mentah dan juga emas ke posisi rekor.
Harga emas bertambah mahal ke posisi harga tertinggi 10 bulan sedangkan harga minyak mentah naik ke posisi tertinggi 3 bulan. Dan sebaliknya posisi dolar AS sedang turun di posisi terendah dalam sepekan.
Diakhir perdagangan awal pekan, harga emas spot atau LLG menguat 0,33 persen ke posisi $1326,04 per troy ounce. Demikian juga harga emas berjangka AS kontrak April 2019 menguat tipis 0,12 persen ke posisi $1329,55 per troy ounce. Harga emas LLG sempat mencapai $1327,59 per troy ounce yang merupakan harga tertinggi sejak April 2018.
Harga emas tetap menguat sekalipun mendapat tekanan dari kuatnya perdagangan saham global yang melaju oleh optimisme negoisasi perdagangan AS-China akan berakhir baik setelah kedua belah pihak melaporkan kemajuan dalam pembicaraan lima hari pekan lalu dengan Presiden Donald Trump mengindikasikan dia mungkin bersedia untuk mendorong kembali batas waktu 1 Maret untuk kesepakatan.
Demikian juga harga minyak mentah berjangka menengah Texas Barat AS atau minyak WTI naik 0,47 persen menjadi $55,86 per barel. Demikian juga dengan harga patokan internasional berjangka yaitu minyak mentah Brent naik 0,14 persen pada posisi $66,36 per barel.
Harga minyak bergerak mantap terdukung sentimen positif pengurangan pasokan OPEC akan mencegah penumpukan bahan bakar yang tidak digunakan, meskipun kekhawatiran terhadap ekonomi China mengimbangi kenaikan.
Untuk perdagangan selanjutnya pada hari Selasa (19/02) menurut analyst Vibiz Research Center kedua harga komoditas yang diperdagangkan juga di bursa berjangka Indonesia masih memiliki pijakan kuat untuk terus melaju oleh proyeksi lemahnya dolar AS di pasar forex.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang








